Kenyamanan Belajar Telah Dirasakan Oleh Anak Usia Dini di Desa Pulau Mungkur
KUANTAN SINGING, RANAHRIAU.COM- Pembangunan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Jalan Usaha tani, dan Jalan Semenisasi, Menjadi Perioritas bagi masyarakat desa Pulau Mungkur, Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten kuantan Singingi, Riau. Ketiga kegiatan tersebut telah terealisasi pada tahun 2018 yang lalu.
Gedung PAUD yang terlihat berdiri kokoh di lahan 15 x 27 meter di tanah yang di wakafkan oleh masyarakat tempatan, Kemudian dibangun dengan mengunakan Dana Desa (DD), kini bangunan tersebut telah bisa di rasakan manfaatnya. Hal ini merupakan rasa peduli kepala desa (Kades) dalam upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimulai dari usia dini.
"Ya, Gedung PAUD yang kita bangun pada 2018 yang lalu, sekarang telah dimanfaatkan sebagai tempat belanjar bagi anak usia dini. Gedung tersebut ada dua lokal, Satu lokal digunakan untuk peserta didik PAUD, dan satu lokal lagi untuk Taman Kanak-kanak," ujar Darmayanti (42), selaku kepala desa pulau Mungkur kepada media ini Selasa, (30/04/2019) di kediamannya.
Pembangunan gedung PAUD ini, kata Darmayanti, Bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak sejak usia dini, supaya saat dia masuk TK, sudah mengenal dasar-dasar pendidikan secara informal yang mencakupi permainan, anak-anak, pengenalan Abjad, dan belajar mengaji.
"Sebelum dibangun gedung PAUD tersebut, Anak-anak disini selalu berpindah-pindah tempat belajar, ada yang di surau, dan ada yang di kantor desa. Alhamdulillah sekarang Anak-anak kita disini sudah dapat belajar dengan baik dan nyaman" ujarnya.
Kemudian, Jalan usaha tani juga telah kita kerjakan pada tahun 2018 yang lalu dengan baik dan tepat sasaran, sekarang masyarakat petani sudah sangat merasa terbantu sekali dengan adanya akses jalan tersebut. Sekarang Masyarakat dengan mudah melewati jalan yang dibangun sepanjang 154 meter di daerah persawahan tersebut. Contohnya saja pada musim turun ke sawah, maupun ketika panen tiba masyarakat sangat bersyukur. Begitu juga denga jalan semenisasi, kata Darmayanti menjelaskan
Dalam menetapkan kegiatan baik pembangunan maupun pemberdayaan, lanjut Darmayanti, dia tidak bisa semena-mena mengikuti kehendaknya untuk menetapkan apa saja yang akan dibangun di desanya. Namun sebelumnya telah melalui proses musyawarah pembangunan desa.
Dalam musyawarah pembangunan tersebut, banyak elemen masyarakat yang dilibatkan. Di antara tujuan pelibatan unsur masyarakat ini adalah agar masing-masing pihak memiliki usulan tentang rencana pembangunan, Kemudian usulan tersebut ditampung dan dikelompokkan berdasarkan skala prioritas sebelum dialokasikan anggarannya.
Ditambahkan Kades yang baru satu tahun ini menjabat, tahun ini Sesuai hasil Keputusan Musyawarah Desa (Musdes), Ada beberapa Item yang akan kita laksanakan pembangunannya. Diantaranya Pembangunan Infrastruktur, seperti Boxculver, Drainase, dan melanjutkan pembangunan Jalan Usaha Tani yang dibangun tahun 2018 lalu, karena anggaran tahun kemarin tidak mencukupi untuk di realisasikan. Pungkasnya
Reporter : Eki Maidedi


Komentar Via Facebook :