Lahan terbakar bertambah
DR Elviriadi: Gubernur Syamsuar Harus Lakukan Operasi Budaya
Pekanbaru, RanahRiau.com- Sampai jelang akhir Maret 2019, luas lahan terbakar (Karhutla) mencapai 1.875 hektar. Musim panas antara April - Juni luas lahan terbakar bisa bertambah luas.
Menyikapi gejala tahunan itu pemerintah diminta membuat kebijakan alternatif. Pakar lingkungan DR Elviriadi mengusulkan agar Pemerintah Propinsi Riau melakukan langkah alternatif, salah satunya operasi budaya guna merangkul masyarakat, hal ini dikatakannya saat wawancara dengan wartawan RanahRiau.com, Senin (01/04/2019).
"Ya, saya kira Pak Gubernur Syamsuar perlu memikirkan langkah budaya, seperti membuat perlombaan menanam di lahan gambut yang kritis", ujar pria yang lebih akrab dipanggil elv kepada wartawan.
Ketua Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Muhammadiyah itu menjelaskan, selama ini pendekatan formal yang melibatkan Manggala Agni, BPBD, Masyarakat Pemadam Api (MPA) bahkan melibatkan Polri tetap kesulitan karena kondisi lapangan yang berat.
"Lahan langganan terbakar di seluruh Kabupaten/Kota itukan lokasinya ditengah masyarakat kampung. Jadi gelarlah perlombaan menanam tanaman khas gambut per-kelompok. Kasi hadiah menarik, beri doorprize seperti Sepeda Gunung, Kipas Angin, Kulkas dan lainnya. Jika gambut ditanami dan dirawat, maka kadar air meningkat sehingga aman dari kebakaran", paparnya.
Dosen UIN Suska itu menambahkan, bila operasi budaya ini berhasil, maka Propinsi yang bergelar Bumi Lancang Kuning ini bisa menjadi teladan bagi propinsi lain cara kreatif menanggulangi bencana asap. Selain budaya gotong royong dan solidaritas masyarakat melayu tumbuh kembali, "kerja Badan Restorasi Gambut (BRG) dan Kementerian LHK pun berkurang. Dana penanggulangan bencana yg selama ini melimpah di APBD dan kurang efektif, bisa digunakan untuk kesejahteraan masyarakat desa", pungkas anak Jati Selatpanjang itu menutup perbincangan.
Reporter : Hafidz
Reporter : Hafidz


Komentar Via Facebook :