Jumlah Pengidap HIV/AIDS di Kuansing Terus Bertambah
TELUK KUANTAN, RANAHRIAU.COM- Angka Pengidap HIV - AIDS di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terus bertambah. Pada tahun 2018 pengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV) berjumlah 2 orang, dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) berjumlah 15 Orang, jadi total jumlah Pengidap HIV-AIDS mencapai 17 orang. Sedangkan pada tahun ini, jumlah Pengidap HIV - AIDS per tanggal 21 Maret 2019 menjadi 19 Orang, artinya jumlah Pengidap Virus tersebut terus bertambah, yaitu sebanyak 2 orang.
Hal tersebut dipaparkan oleh Jumardi, M.Kes selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Kuansing, di Ruang kerjanya. Kamis (21/03/2019) siang.
Dijelaskan Jumardi, warga Kuansing yang positif terjangkit HIV-AIDS tersebut, sebagian besar tertular akibat prilaku seks bebas. Adapun usia daripada mereka yang terjangkit penyakit mematikan ini adalah usia produktif, yaitu usia 20 hingga 42 tahun.
"Jumlah ODHA atau orang-orang yang telah mengidap HIV - AIDS sejak tahun 2018 yang lalu, sampai dengan tahun 2019 keseluruhannya berjumlah 19 orang, diantaranya 17 orang laki-laki dan 2 orang perempuan, satu orang diantaranya telah meninggal dunia pada tahun 2018 yang lalu. Mereka ini menetap di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Kuansing, dan keberadaan mereka terus kita pantau," ujarnya
Namun ia menegaskan, angka tersebut, baik temuan Odha baru, maupun jumlah Odha yang tengah didampingi merupakan mereka yang sukarela menjalani pengecekan dan pengobatan.
Jadi, menurutnya, angka tersebut jika kita bandingkan dengan daerah lain, Kuansing masih bisa dikatakan lebih rendah. Menjadi Odha memang tidak bisa diterima oleh penderita karena stigma negatif dari masyarakat yang memberikan stigma pada diri sendiri.
Dinkes Kuansing tahun ini, katanya secara rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bagaimana cara memperlakukan para penderita HIV/AIDS, dan sekaligus menjelaskan pada warga bahaya virus penyakit mematikan ini.
"Yang perlu kita hindari bukan penderitanya, tetapi virus yang menyebabkan orang terjangkit HIV/AIDS tersebut," ujarnya.
Hal senada diungkapkan Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Herleny Rahmayanti, M.Kes. Ia mengatakan, masyarakat harus mewaspadai virus HIV/AIDS dengan cara tidak melakukan hubungan seks bebas.
Sebab, melakukan hubungan seks bebas merupakan salah satu penyebab utama orang terjangkit virus HIV/AIDS. Penderita penyakit mematikan ini di Kuansing, sampai saat ini sudah mencapai 19 orang.
"Yang pasti penyakit HIV/AIDS ini mematikan dan memalukan. Untuk itu kita minimalisir penularannya. Dalam waktu dekat kami akan melakukan penjaringan ditempat hiburan malam, kepada pekerja yang beresiko terkena HIV/AIDS di daerah ini. Hal ini kita lakukan agar jumlah penderita HIV/AIDS di Kuansing tidak meningkat signifikan ke depan," ujarnya.
Aktivitas yang berisiko HIV-AIDS ialah melakukan hubungan seksual berganti pasangan, penggunaan jarum suntik secara masal, transfusi darah, maupun melakukan hubungan seksual sejenis.
Menurut Bu Herleny, agar para Odha ini bisa menjalani aktivitasnya, harus mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) secara tepat jumlah dan tepat waktu.
Selain itu, para Odha juga harus memiliki kesadaran dalam mengakses perawatan medis dan berani terbuka pada pasangan tentang penyakit yang diderita agar tidak menularkan pada pasangan maupun orang terdekat.
Reporter : Eki Maidedi


Komentar Via Facebook :