KPU Riau Goes TO Campus ke Universitas Islam Riau
Pekanbaru, RanahRiau.com - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Riau melakukan kegiatan Goes To Campus di Universitas Islam Riau, Senin (04/03/2019).
Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah pemilih di kalangan remaja atau pemilih pemula ini akan dilakukan secara roadshow ke seluruh perguruan tinggi yang ada di Pekanbaru oleh KPU Provinsi Riau yang baru dilantik beberapa waktu yang lalu.
Kepada pewarta dikatakan "Kami menyosialiasikan apa itu Pemilu lalu tentang hal-hal teknis. Salah satu yang kami sasar adalah kampus. Selain UIR kami juga ke Universitas Islam Negeri Suska Riau, kemudian Universitas Lancang Kuning, kemudian ada Universitas Muhammadiyah Riau serta Universitas Riau," Ungkap Nugroho Noto Susanto, S.IP.
Yang paling penting dilakukan oelh KPu adalah pemetaan. dari hasil pemetaan ini maka akan terlihatlah di level mana saja tingkat partisipasi pemilih yang rendah dan tinggi. Selanjutnya akan dilakukan threatmen untuk mencapai target KPU Riau diangka 77%
"Data Pemilu 2014 paling pas, di sana kita tahu mana yang tinggi dan mana yang rendah, jadi kita tahu mana kecamatan yang tinggi dan rendah, Kalau sudah ada peta, kita lakukan treatment yang tinggi ditingkatkan, kalau yang rendah harus lebih ditingkatkan lagi" ungkap Komisioner KPU Divisi Partisipasi Masyarakat dan SDM ini.
Pria yang pernah kuliah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini mengatakan pernah melakukan riset tentang partisipasi pemilih di Provinsi Riau. Dia mengatakan ada beberapa alasan mendasar kenapa tingkat partisipasi pemilih itu demikian rendah di Provinsi ini.
"Kadang ada alasan ideologis, dimana masyarakat tidak percaya pada pemimpin yang menang di pemilu. Kalau faktor ideologis ini, kita akan sadarkan dulu mereka bahwa hadir di TPS tidak hanya masalah kewajiban, tapi bisa berkontribusi untuk menentukan nasib 5 tahun ke depan," ungkap Nugroho.
"Ketika dia menjawab tidak memilih karena tidak tahu, maka kita akan memasifkan informasi di sana, bisa lewat semua media, media sosial, media mainstream, atau kita bawa komunitas atau relawan demokrasi, di situ mereka akan melakukan penyebaran secara terus menerus," katanya.
"Kita ingin agar masyarakat memilih, ini tugas kita bersama, dengan begitu kita harapkan angka partisipasi masyarakat akan meningkat," tutupnya.
Reporter: Saleh


Komentar Via Facebook :