Asap Penuhi Riau 2019, DR.Elviriadi: inilah episode II Negeri Padang Buruan
Pekanbaru, RanahRiau.com- Kebakaran hutan dan lahan kembali mendera propinsi Riau. Terdapat 3 Kabupaten dengan luas lahan terbakar, yakni Bengkalis Rohil dan Dumai. Menyikapi gejala langganan tersebut, Pakar Lingkungan DR.Elviriadi angkat bicara. hal ini disampaikannya kepada wartawan RanahRiau.com, Kamis (28/02/2019).
"Ya, saya kira ini hanya episode kedua bagi kami yang hidup di Riau negeri "padang perburuan" ini, katanya. Menurut Elviriadi episode pertama pembotakan hutan tanah termasuk persekusi rawa gambut, episode kedua "kena salai" tiap tahun. Anak jati Selatpanjang yang akrab dipanggil Elv itu menganalisa, saat ini posisi lahan gambut di Riau 80% sudah rawan terbakar.
Dosen Fapertapet UIN Suska itu menjelaskan, kawasan yang terbakar di 6 Kabupaten itu adalah open akses yang mengalami "peranggasan". Peranggasan disebabkan areal lindung gambut, kubah gambut dan catchment area telah dialih fungsikan secara massif. "Jadi secara tidak langsung, Riau ini sengaja disetting jadi areal pengasapan manusia, bayangkan, jika dilihat dari Global Forest Watch dengan kontur tinggi, luas areal peranggasan mencapai 3 juta hektar, seluas 2/3 total gambut Riau", ungkapnya.
Elv menilai langkah pemadaman titik api tetap di perlukan. Namun pemerintah harus berani membuat koreksi terhadap kebijakan yang merombak keaslian rawa gambut. Saya kira disitu kuncinya. Episode II nasib kami jadi "salai-man" ini harus segera diakhiri, kalau tidak episode III nanti adalah asap berwarna kuning yang mempercepat kerusakan paru paru. Karena lapisan pirit yang kering akan teroksidasi," pungkasnya.
Reporter : Hafidz


Komentar Via Facebook :