Fenomena Politik Medsos
Abdul Hafidz: Perlu kedewasaan dalam berpolitik
Pekanbaru, RanahRiau.com- akhir-akhir ini sering terjadi perbedaan pendapat di Media sosial tentang kelebihan dan kekurangan para Pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan menduduki kursi kepresidenan indonesia yang akan datang, bahkan tidak sedikit yang menjelek-jelekkan pasangan calon yang lain, hal ini tentu saja dapat merusak hubungan pertemanan dan relasi yang sebelumnya sudah terjalin dengan erat, hanya karena perbedaan padangan dalam menyikapi calon presiden masing-masing. Abdul Hafidz, S.IP selaku Aktivis Muda Muhammadiyah yang juga pernah berkecimpung diberbagai Organisasi Kepemudaan menyampaikan bahwa hal ini tidak semestinya terjadi. perlu ada kedewasaan dalam berpolitik, hal ini disampaikannya saat berdiskusi dengan wartawan RanahRiau.com, Sabtu (23/02/2019).
kepada RanahRiau.com, hafiz mengatakan selama ini tidak ada satupun pihak yang melarang berbicara politik di media sosial, "Belum ada yang melarang. Jadi boleh saja. Tapi jangan hoax, hasut atau fitnah", ujarnya.
Selain itu, Sekretaris Majelis Pustaka dan Informasi Muhammadiyah ini juga menjelaskan tidak ada larangan bagi siapapun untuk mendukung calon tertentu, "Nggak ada larangan juga, kecuali mungkin PNS atau ASN atau TNI, yang meski punya hak pilih, namun diharapkan tetap bersikap Netral didepan publik", ungkapnya.
"Beda pilihan itu hal biasa. sepanjang disampaikan dengan cara yang baik dan tidak frontal menyerang pihak lain atau menjelek-jelekkan ya santai saja. Jika orang lain menjauh padahal kita biasa saja dalam menunjukkan sikap politik maka itu artinya masalahnya ada di mereka, bukan di kita. Memang perlu kedewasaan dalam berpolitik, saya sendiri aslinya lebih suka tak bicara politik di medsos, dan sangat mendukung andai ada aturan yang melarang warga medsos menyuarakan hal politik. Kenapa? Ya karena sebagian besar dari kita memang belum siap. Masih banyak fanatik buta dan baperannya daripada mencoba berpikir dan bertindak rasional", ungkapnya.
Ketika akhirnya bicara politik, hafiz mengungkapkan keprihatinan sebagai wujud perhatian pada iklim politik yang senyatanya memang kurang baik, baik di dunia nyata maupun di medsos, "Seharusnya kita berusaha bersikap berimbang, meskipun tetap saja ada yang mempermasalahkan. Ya tidak apa-apa. ini terima sebagai sebuah konsekuensi logis. Memang tak bisa kita menyenangkan semua pihak, meski sudah berusaha sebaik mungkin", pungkasnya.
"Semoga kehidupan berpolitik kita segera naik level", tutupnya mengakhiri pembicaraan.
Reporter : Saleh


Komentar Via Facebook :