Acara Peletakan Batu Pertama Muallimin Kampar, dihadiri oleh Mendiknas

Acara Peletakan Batu Pertama Muallimin Kampar, dihadiri oleh Mendiknas

Pekanbaru, RanahRiau.com- Meriah luar biasa peringatan Milad Muhammadiyah ke 106 dan Peletakan Batu Pertama Pengembangan Pembangunan Pondok Pesantren Muallimin Muhammadiayah Bangkinang Kabupaten Kampar, di Kumantan Bangkinang Sabtu (02/02/2019).

Acara tersebut diawali dengan Pembacaan Alquran secara Muratal oleh tiga santri dan dilanjutkan dengan Pidato oleh Pimpinan Pondok. Pada kesempatan tersebut, Buya Makmur, SH.i mengatakan bahwa acara tersebut merupakan bentuk dari Pengabdian, "kehadiran kita berhimpun hari ini sebagai bentuk satu hati untuk fokus membina anak didik santri di Ponpes Muallimin  Muhammadiyah,  pertemuan hari ini  yang intinya  Tiga hal , syiar Milad 106, pertemuan Alumni dan peletakan batu pertama, perluadan Ponpes Muallimin Muhamnadiyah dalam bentuk pembangunan fisik", ujarnya.

"Sejatinya  Muhammadiyah tidak meminta tapi bila dikasih tidak menolak. Hal ini bentuk keikhlasan dan satu hati warga Muhamnadyah  membangun sarana pendidikan agama islam", ungkapnya.

Acara dilanjutkan dengan prakata mewakili Alumni Muallimin yang berhasil menjadi Rektor UMSU , Dr H.Agussani,MAP, Agussani mengatakan bahwa cita-cita dari Ponpes Muallimin adalah sebagai Syiar dari dakwah Islam, "bandingkan ketika kami siswa tahun  1975 aja hanya berjumlah 70 orang, sekarang sudah mencapai 900 orang, ini merupakan suatu pencapaian yang luar biasa", ujarnya.

Oleh karena itu dengan banyaknya jumlah murid yang masuk tentunya membutuhkan dana Operasional yang banyak juga, "Bandingkan  sekarang kita mengalami  kekurangan lokal terima murid baru, maka untuk membangun Bangunan Fisik sekitar 5,5 M, diharapkan semoga ada solusi dgn kehadiran Pak Muhajir sbg Mendiknas sekaligus ucapan selamat datang kepada Mendiknas di Kampar  Riau ini, kehadiran kita ini wujud kecintaan kita bersama terhadap Muhammadiayah sdh sukses berkifrah pendidikan. hal ini bisa jadi  tonggak sejarah peradaban islam di Kampar Riau", pungkasnya.

 
Dalam kesempatan itu, Ketua PWM Riau Dr Saidul Amin, dalam arahannya mengatakan, bahwa Ada hubungan batin yang baik sekwilda Riau dg Muhamadiyah, yaitu betul-betul menjadi tauladan utama ditengah masyarakat, "Pendidikan, Sekolah Muhammadiyah berfungsi sbg kader kader terdidik yaitu terintegrasi otak, hati dan skill kemampuan, sehingga memiliki  ideologi Muhammadiyah Diharapkan warga   gunakan penghasilannya  untuk tetap setia menanam  investasi pendikan Muhammadiyah khusus untuk pesantren", ujarnya.

Sementara itu dari Perwakilan Pemerintah Kabupaten Kampar mengatakan bahwa saat ini masih terasa suasana  duka wafat Bupati Azis Zainal, Pemda Kampar mengucapan selamat Milad Muhammadiyah  ke 106," semoga  tetap eksis dan ikut ambil bagian menyukseskan kabupaten Kampar menuju industri wisata, selain itu juga kami mengucapkan terimakasih dan apresiasi terhadap SMA Muhammadiyah 1 Bangkinang, yang ikut mengharumka nama baik kabupaten  kampar di Indonesia lewat nominasi film anti terorisme, semoga anak didik  terus berkiprah dan  prestasi lebih baik lagi kedepannya", ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Riau, Ahmad Hijazi dalam kata sambutanya mengatakan , bahwa pengembangan Pondok Pesantren Muallimin Muhamnadiyah membawa kemajuan bersama didaerah Kampar, "semoga berjalan baik dan lancar sejatinya, Kami mengucapkan Selamat Datang Pak Muhajir selaku Menteri Pendidikan di Kab Kampar Riau untuk Meletakkan batu pertama, pengembangan bangunan ponpes Mualimin Mihammadiyah guna memajukan pendidikan dan masa depan yg menjadi tanggung jawab kita", ujarnya.

Puncak Acara diisi oleh Tabligh Akbar yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan Nasional,  Prof. Dr. H.Muhajir Efendi,  "Saya terpukau dgn bacaan Alquran secara murattal tiga santri tadi dengan hafiz AlQuran, Senang sekali  dpt bersilaturahim dengan Keluarga Besar  Muhammadiyah Bangkinang ini", ujarnya.

"Kajian keislaman merupakan  titik singgung pemikiran Islam yg akrab sekali untuk mencapai  tujuan bangsa dan menjadikan kebodohan sebagai musuh bersama, mari kita  kedepankan roda kekompakan dan kebersamaan , Fase sekarang ini agak rawan, tentang kesatuan bangsa bisa berubah oleh sistem khusus akibat  euforia Demokrasi sehingga mengabaikan kerukunan, bandingkan Negara besar NKRI yang  besar wilayah tertorial luar biasa, tertuang pada pembukaan UUD 1945 yakni berkat Rahmat Allah swt maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan keadilan", ungkapnya.



Reporter : Hafidz/Rls
 

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :