Nasib Restorasi Gambut Terkepung Segitiga Ideologis

Nasib Restorasi Gambut Terkepung Segitiga Ideologis

Pekanbaru, RanahRiau.com- Restorasi gambut di indonesia terus berlangsung kendati asap Karhutla berkurang di penghujung tahun 2018. Menyikapi fenomena tersebut, Dalam Whatsapp messengernya kepada wartawan RanahRiau.com, Pakar Lingkungan DR.Elviriadi menganalisis Kegiatan restorasi gambut di Indonesia memang sepatutnya terus berjalan, "setidaknya menandakan ada niat baik pemerintah kita, " ujarnya.

Namun demikian, kegiatan restorasi gambut ini tidak bisa dilihat secara teknis semata, "Pemulihan ekosistem gambut terkait erat dengan deforestasi dan komitmen memulihkan lingkungan direpublik ini", ungkap pria yang juga Ketua Departemen Iklim Majelis Nasional KAHMI ini.

"Saya lihat ada segitiga ideologis yang berkait kelindan yang dengan itu menentukan nasib restorasi ini ke depannya dinegeri ini, Adapun segitiga ideologis itu menurut dia pertama; menyangkut kebijakan industri nasional yang secara ideologis masih liberal, Kedua, himpitan krisis lingkungan dan bencana alam yang bisa berdampak politik menurunkan kredibilitas negara, Kedua, himpitan krisis lingkungan dan bencana alam yang bisa berdampak politik menurunkan kredibilitas negara, Ketiga, tuntutan reformasi tata kelola hutan dan lingkungan oleh aktivis seperti Greenpeace, Walhi, Jikalahari di Riau dan gebrakan Menteri Siti Nurbaya.

Pria yang juga akrab disapa dengan Elv ini mengatakan, Restorasi gambut masih belum bisa berjalan mulus karena negara masih mengandalkan industri ekstaktif dgn ekonomi liberal perkebunan skala besar dilahan gambut. "Jadi ada tarik menarik kepentingan, saling sandera dan saling kunci," kata dosen Fapertapet UIN Suska itu."Kondisi ini tampaknya masih berlangsung dalam jangka lama, belum ada fokus politik yang tajam dari para petinggi negara. Sejatinya pemulihan gambut ini soal ideologis dan ketahanan pangan dimasa depan, tapi siapa peduli?"kata anggota Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah Riau mengakhiri pembicaraan.



Reporter : Hafiz


Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :