Peserta WSTI 2018 Kagumi Keindahan Pulau Penyengat

Peserta WSTI 2018 Kagumi Keindahan Pulau Penyengat

Tanjung Pinang, RanahRiau.com- Puluhan wisatawan peserta Wonderful Sail to Indonesia 2018 singgah di Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Mereka berkesempatan mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Tanjungpinang, seperti Pulau Penyengat.

Mereka menikmati berbagai sajian mulai dari kuliner, keindahan arsitektur melayu serta sejarah kerajaan Melayu yang banyak tersimpan di Pulau Penyengat. Tidak ketinggalan keindahan Masjid Sultan Riau atau yang juga dikenal dengan Masjid Pulau Penyengat. Konon, masjid yang dominan dengan warna kuning itu dibuat dengan menggunakan putih telur sebagai perekat bangunan.

Mereka mengaku terkesima dengan keindahan alam dan budaya yang ada di Tanjungpinang. Walikota Tanjungpinang, Syahrul, menyatakan gembira menyambut kehadiran wisatawan mancanegera peserta Wonderiful Sail to Indonesia 2018. Ini adalah kali keenam Kota Tanjungpinang menjadi lokasi singgah para peserta Wonderul Sail to Indonesia. "Untuk tahun ini jumlah perahu (yacht) yang memasuki perairan kita di Tanjungpinang sebanyak 20," ujar Syahrul. Mereka berasal dari banyak negara. Seperti Australia, Amerika, Swiss, Prancis, Selandia Baru, Jerman dan lainnya.

Syahrul mengatakan, pemerintah kota bersama warga menyambut dengan baik para wisatawan ke Pulau Penyengat. Diharapkan para wisatawan dapat menikmati kekayaan sejarah yang ada di pulau ini. "Kami sangat berharap kehadiran para wisatawan kembali ke Tanjungpinang," ujar dia.

Frank-Ulrih, yachter asal Jerman yang juga menjadi leader dari peserta Wonderful Sail to Indonesia di Tanjungpinang ini, mengatakan telah menantikan keikutsertaanya di Wonderful Sail to Indonesia sejak tahun lalu. Ia sangat tertarik dengan kegiatan berlayar mengunjungi berbagai pulau di Indonesia. Indonesia dikatakannya merupakan negara yang menarik. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki banyak pulau dan perairan yang sangat menarik untuk disinggahi para pelayar. Keindahan bawah laut, budaya dan potensi wisata lainnya membuat ia sangat tertarik mengikuti Wonderful Sail to Indonesia. "Apa yang menjadi ekspektasi saya, 100 persen benar apa adanya," ujar Frank.

Wonderful Sail to Indonesia adalah reli wisata layar yang berlangsung selama lima bulan dari Juni hingga November 2018, melintasi sepanjang 7.000 kilometer perairan nusantara. Didukung Kementerian Pariwisata, para pelayar masuk melalui entry port debut di Kabupaten Maluku Tenggara dan exit port di Bintan, Kepulauan Riau.

Selama perjalanan itu para peserta singgah di 53 destinasi di wilayah perairan Indonesia. Tanjungpinang adalah destinasi terakhir sebelum akhirnya para peserta akan masuk ke exit port di Bintan. "Kami datang dari budaya dan agama yang berbeda, tapi disini kami jadi mengerti budaya di Indonesia. Indonesia adalah destinasi wisata yang sangat baik," kata dia. Frank bahkan tidak ragu untuk menyebut bahwa Indonesia adalah laiknya surga bagi wisatawan. "Indonesia is heaven for us," ujar Frank.

Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam keterangan tertulis menyambut baik terselenggaranya kegiatan Wonderful Sail to Indonesia sebagai bagian dari promosi pariwisata dalam upaya mendatangkan 17 juta wisatawan mancanegara dan 275 juta pergerakan wisatawan nusantara di 2018.

Menurut Menpar kehadiran para Yachter dunia ini akan menjadi sarana promosi yang efektif bagi pariwisata Tanjungpinang. Karena umunya para yachter itu tergabung dalam satu komunitas yang terdiri dari banyak anggota di seluruh dunia. "Selain tentunya memberikan dampak langsung terhadap masyarakat dari uang yang para yachter belanjakan di Tanjungpinang. Mulai dari kebutuhan mereka di atas kapal dan banyak hal lainnya seperti souvenir dan lainnya," kata Arief Yahya.

Menurutnya Tanjungpinang merupakan daerah strategis yang dapat menjadi pintu masuk bagi para yachter internasional. "Saya sudah menetapkan Tanjungpinang sebagai pintu gerbang bahari Indonesia," ujar Menpar Arief Yahya. Dukungan dan kerjasama yang baik dari masyarakat tentunya akan membuat para yachter merasa nyaman dan memilih Tanjungpinang sebagai lokasi mereka singgah kedepannya.



Sumber : Republika.co.id


Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :