Bulog Targetkan Serap 4.000 Ton Padi Riau-Kepri

 Bulog Targetkan Serap 4.000 Ton Padi Riau-Kepri

Pekanbaru, RanahRiau.com- Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Riau-Kepulauan Riau menargetkan akan menyerap 4.000 ton padi produksi petani kabupaten setempat pada tahun 2018. "Target kami 4.000 ton padi akan terserap hingga Desember," kata Kepala Bulog Riau-Kepri A Muis S Ali kepada Antara di Pekanbaru, Rabu.

A Muis S Ali menjelaskan hingga kini Bulog Riau-Kepri sudah mampu menyerap sebanyak 2.500 ton padi petani. Dari hasil pertanian di kabupaten/kota se-Riau.Sehingga menjelang akhir tahun 2018 sisanya diharapkan bisa terpenuhi. Sebab ujarnya masih ada wilayah kabupaten di Riau yang akan melakukan panen padi yakin Siak, Kampar dan Tembilahan."Tiga kabupaten penghasil padi ini akan mampu memcukupkan target serapan 1.500 ton lagi," ujarnya.

Ia  menjelaskan tujuan penyerapan padi petani ini untuk memberikan daya jual yang bagus bagi produk pertanian pangan di Riau-Kepri sehingga masyarakat memperoleh pendapatan yang sepantasnya dengan nilai yang ditetapkan pemerintah dan tidak dikuasai oleh tengkulak.

Diakui dia target tahun ini lebih besar dibandingkan 2015 dan 2016 hanya ada 1.000 ton dalam setahun. Sementara boleh dikatakan produksi pertanian setempat jauh melebihi hal itu.

Menurut dia sebelum 2017 Bulog hanya dibolehkan menyerap beras untuk kebutuhan program public service obligation (PSO) atau program penugasan pemerintah kepada Bulog.

Tetapi mulai 2017, Bulog boleh menyerap beras masyarakat untuk pasar komersial atau murni bisnis. "Jadi beras yang kami serap bisa langsung kami jual dan harga penyerapan itu di atas acuan penetapan pemerintah, disesuaikan dengan kondisi pasar juga," imbuhnya.

Berbicara daerah penyerapan di Riau- Kepri masih tertinggi pada tahun lalu berasal dari Siak dan Bengkalis. "Ini yang memang menjadi sentra produksi beras di Provinsi Riau. Lalu disusul wilayah Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan," tambahnya. "Selain dua daerah itu, Bulog juga menyerap dari wilayah lain yang punya potensi produksi padi juga seperti Rokan Hilir," imbuhnya.



Sumber : Antara


Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :