Bertekad jadi yang terdepan dalam memberantas Terorisme
Kesbangpol Rohul Gelar Sosialisasi Bahaya Radikalisme dan Intolerasi
Rohul, RanahRiau.com- Kesbangpol Rohul mengadakan acara sosialisasi Radikalisme dan intoleransi agama. Sabtu (08/09/2018) maksud dan tujuan yang menjadi terdepan dalam pemberantasan terorisme di Indonesia ini, memberikan sosialisasi paham radikalisme kepada masyarakat Rohul.
Peserta kegiatan ini terdiri dari tokoh agama, aparat pemerintah, tokoh masyarakat dan Polri. Sekretaris kesbangpol Rohu, Napitupulu mengatakan, "paham radikalisme menjadi momok yang menakutkan bagi keutuhan bangsa. Apalagi saat ini banyak berita-berita hoax yang juga memecah persatuan dan kesatuan bangsa. Karena itu para tokoh masyarakat rohul diajak belajar mengenali ajaran paham radikal termasuk kenapa warga bisa terpengaruh dan menjadi pengikutnya. "Sengaja kami mengadakan sosialisasi paham intoleransi radikalisme untuk memberikan wawasan mengenai ajaran radikal. Sejauh ini Rohul kondusif dari pengaruh tersebut. Situasi yang aman ini harus dijaga dengan cara membekali para tokoh masyarakat mengenai cara penanggulangan paham radikalisme," ujarnya
Pengarahan paham radikalisme ini, dilakukan oleh sekretaris kesbangpol ini. Lanjutnya 'penganut paham radikalisme tidak menganut toleransi. Jangankan terhadap pemeluk agama lain, terhadap sesama muslim yang beda aliran saja juga tidak bersikap toleran, Ciri paham radikal itu yakni intoleran. Kelompok yang tidak sepaham bisa di anggap musuh " ujarnya saat mensosialisasi pencegahan paham radikalisme di rohul.
Penganut radikalisme sangat fanatik terhadap Golongan ini juga lebih suka melakukan peribadatan sendiri bersama kelompoknya. Sangat jarang pengikut paham radikal mau menjalankan ibadah dengan aliran lain meskipun sesama Islam. Mereka juga sangat menghendaki perubahan dalam bentuk revolusi. "Keyakinan terhadap kelompoknya sangat kuat. Fanatik yang berlebihan ini sangat berbahaya. Apabila intoleransi sudah berkembang bisa menyulut terjadinya perpecahan dan gesekan antar warga" paparnya.
Reporter : Abidah
Peserta kegiatan ini terdiri dari tokoh agama, aparat pemerintah, tokoh masyarakat dan Polri. Sekretaris kesbangpol Rohu, Napitupulu mengatakan, "paham radikalisme menjadi momok yang menakutkan bagi keutuhan bangsa. Apalagi saat ini banyak berita-berita hoax yang juga memecah persatuan dan kesatuan bangsa. Karena itu para tokoh masyarakat rohul diajak belajar mengenali ajaran paham radikal termasuk kenapa warga bisa terpengaruh dan menjadi pengikutnya. "Sengaja kami mengadakan sosialisasi paham intoleransi radikalisme untuk memberikan wawasan mengenai ajaran radikal. Sejauh ini Rohul kondusif dari pengaruh tersebut. Situasi yang aman ini harus dijaga dengan cara membekali para tokoh masyarakat mengenai cara penanggulangan paham radikalisme," ujarnya
Pengarahan paham radikalisme ini, dilakukan oleh sekretaris kesbangpol ini. Lanjutnya 'penganut paham radikalisme tidak menganut toleransi. Jangankan terhadap pemeluk agama lain, terhadap sesama muslim yang beda aliran saja juga tidak bersikap toleran, Ciri paham radikal itu yakni intoleran. Kelompok yang tidak sepaham bisa di anggap musuh " ujarnya saat mensosialisasi pencegahan paham radikalisme di rohul.
Penganut radikalisme sangat fanatik terhadap Golongan ini juga lebih suka melakukan peribadatan sendiri bersama kelompoknya. Sangat jarang pengikut paham radikal mau menjalankan ibadah dengan aliran lain meskipun sesama Islam. Mereka juga sangat menghendaki perubahan dalam bentuk revolusi. "Keyakinan terhadap kelompoknya sangat kuat. Fanatik yang berlebihan ini sangat berbahaya. Apabila intoleransi sudah berkembang bisa menyulut terjadinya perpecahan dan gesekan antar warga" paparnya.
Reporter : Abidah


Komentar Via Facebook :