Diskusi Kemenristekdisti, Harris Berharap bisa Majukan Klaster Industri Sawit
Pekanbaru, RanahRiau.com- Usai memperoleh Informasi dari Jumain Appe Dirjendiktekti dalam pertemuan yang dilakukan dengan H.M Haris Bupati Pelalawan,di Dr's Coffe yang berlokasikan Jl.Arifin Ahmad Kota Pekanbaru.Rabu (19/09/2018)
Bupati Pelalawan H.M Harris menuturkan," Dalam upaya mewujudkan visi dan misi Techno Park Pelalawan,yakni Pembangunan yang berbasis masyarakat,maka atas kerjasama 6 pihak akan memperdayakan dan merevitalisasi kebun sawit masyarakat (Smallholders), dengan rincian : 1. Aktivitas Industri dikawasan Techno Park Pelalawan memerlukan bahan baku yang harus diperoleh dari luar sistem kartel industri sawit yang sudah tercipta saat ini, 2. Terdapat Petani Sawit Swadaya tidak terikat dengan perusahaan besar dengan berbagai permasalahan bisa menjadi mitra dan sekaligus perlu diperdayakan dan direvitalisasi, 3. Karakter Petani dan Kebun Sawit yang perlu ditangani diantaranya : Tingkat Produktivitas rendah, Belum memiliki teknik budaya sawit yang baik (good agricultural practice/gap), Jaminan berusaha tidak pasti baik karena tidak adanya kepemilikan sertifikat lahan maupun belum adanya sertifikasi ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil), Modal usaha minim, Harga jual petani yang bergantung pada penentuan sepihak dari pabrik", ujarnya.
Selanjutnya menurut Harris, Dengan latar belakang tersebut diatas, 6 pihak yakni Pemkab Pelalawan,Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) RI,PT Rekayasa Engineering, PT Pindad (Persero), Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), dan PPKS Medan bersepakat melakukan upaya pemberdayaan dan revitalisasi kebun sawit swadaya sekaligus membangun berbagi pabrik terkait sebagai wujud kemandirian dan fungsionalisasi kawasan Techno Park Pelalawan, melakukan penandatanganan MoU yang berlangsung di Jakarta pada rapat BPPT tahun 2018 tanggal 31 Februari lalu, "yang pastinya akan terus ditindak lanjut dengan aksi pelaksanaannya", pungkasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Harris mengatakan dirinya dan Dirjen Penguatan Inovasi Jumain Appe Kemenristekdikti pada hari ini di akan membahas hal tersebut diatas serta meminta dukungan yang diharapkan, diantaranya membantu pengembangan klaster industri sawit melalui Program Inovasi Industri dan PPBT, dengan mendapatkan prioritas pendanaan minimal masing-masing 1 (satu) kegiatan. 2. Membantu pembiayaan untuk membangun " Teaching Industry" berbasis sawit di ST2P, 3. Kedepannya Techno Park Pelalawan diharapkan dapat menjadi " Pusat Inovasi " berbasis sawit regional dan internasional, dengan adanya pembahasan ini Beliau berharap dapat mempromosikan Techno Park Pelalawan ke Ditjen yang ada di Kemenristekdikti untuk mendapatkan dukungan pembiayaan riset dan pengembangan dan dukungan pembiayaan pengadaan peralatan laboratorium,sehingga nantinya mampu bersaing dengan institusi lainnya dalam melakukan riset-riset terapan berbasis sawit untuk menghasilkan inovasi-inovasi berbasis sawit kedepannya." ujarnya mengakhiri Pembicaraan.
Reporter : Abidah


Komentar Via Facebook :