Karena Nakal, Siswa Kelas 1 SD di Kuansing Dikeluarkan dari Sekolah

Karena Nakal, Siswa Kelas 1 SD di Kuansing Dikeluarkan dari Sekolah

AS (8) dikeluarkan dari Sekolahnya, karena AlLen dianggap murid yang nakal kelewat batas dan tidak bisa lagi di didik.

Kuantan Singingi, RanahRiau.com - Salah seorang murid Sekolah Dasar Negeri 010 Pulau Busuk Jaya, Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) yang berinisial AS (8) dikeluarkan dari Sekolahnya, karena AS dianggap murid yang  nakal kelewat batas dan tidak bisa lagi di didik.

Orang tua AS, Saban (40) saat dikonfirmasi Wartawan Senin (17/9/2018) mengaku tak terima dengan keputusan pihak sekolah yang telah mengeluarkan anaknya secara lisan yang dianggap nakal. Ia sudah meminta pihak kepala sekolah untuk memberi kelonggaran agar anaknya bisa dibina dan bisa sekolah lagi seperti biasa.

“waktu itu kami (orang tua AS Red) di panggil oleh pihak sekolah, Kepala sekolah mengatakan bahwasanya AS telah memukul teman satu kelasnya. Dan Kepsek mengatakan kepada kami (red) bahwasanya pihak sekolah tidak mampu lagi mendidik dan membina AS." Ujar saban yang merupakan orang tua dari AS.

Dikatakan Saban, dengan adanya perkataan pihak sekolah yang tidak mampu mendidik dan membina Anaknya, diduga secara tidak langsung ataupun secara lisan telah mengeluarkan AS dari sekolah tersebut. Padahal menurutnya pembinaan dan pendidikan bagi siswa nakal merupakan kewajiban pihak sekolah serta pihak orang tua murid.

"Itukan kewajiban pihak sekolah, jadi jangan main dikelurakan begitu saja. Bahkan saya juga pernah meminta surat pengeluaran anak kami AS, namun pihak sekolah sampai saat ini belum mengeluarkan surat tersebut." Terangnya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 010 Pulau Busuk Jaya, Taslim saat dihubungi wartawan, melalui telepon selulernya menbantah pihak sekolah tidak pernah mengeluarkan AS dari sekolah. Namun ia mengatakan bahwa pihak sekolah sudah tidak mampu lagi membina dan mendidik AS.

"AS ini sering memukul teman satu lokalnya, selain itu AS pernah meludahi guru sekolahnya." Ucap Taslim.

Terkait pemukulan ini, pihak sekolah pernah memanggil dan membicarakan kepada orang tua AS dan menerangkan kelakuan AS saat disekolah. Kemudian pihak sekolah meminta agar wali murid dapat mendampingi AS dalam proses belajar mengajar di sekolah, sebaliknya apabila wali murid tidak mendampingi, maka pihak sekolah tidak mengizinkan AS untuk masuk sekolah.

"Ya, saya sudah meminta kepada orang tua murid untuk mendampingi AS di sekolah, namun besok paginya orang tua murid dan AS tidak datang kesekolah." Pungkasnya

 

Reporter : Eki maidedi

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :