LAM Riau Tepuk Tepung Tawar Sandiaga Uno, RJCI: Semoga Uangnya Mengalir Investasi ke Riau
Pekanbaru, RanahRiau.com - Relawan Jokowi Center Indonesia (RJCI) mengucapkan selamat atas acara tepuk tepung tawar kepada bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno oleh Lembaga Adat Melayu (LAM Riau), Selasa (4/9/2018). Meski dinilai sarat akan nuansa politik karena berlangsung di tengah suasana tahapan pilres, namun RJCI menilai kegiatan tersebut adalah hal yang wajar dan biasa-biasa saja.
"Di tengah hiruk pikuk tahun politik, Sandiaga mendapat tepuk tepung tawar dari LAM Riau. Kami turut bahagia dan senang menerima kabar tersebut. Itu adalah ranah lembaga adat Melayu Riau dan merupakan kewenangan yang bersangkutan. Apresiasi kita berikan kepada LAM Riau," kata Ketua Umum RJCI, Raya Desmawanto MSi, Selasa pagi saat diminta komentarnya soal acara tepuk tepung tawar.
Raya menegaskan, setelah acara tepuk tepung tawar, diharapkan Sandiaga Uno mengingat kembali kota kelahirannya Pekanbaru, Riau. Kecintaan terhadap Riau seyogianya dapat dimanifestasikan secara konkret. Salah satu wujudnya yakni diharapkan Sandiaga bersedia menggelontorkan uangnya yang disebut-sebut banyak dalam bentuk usaha dan investasi riil di Bumi Lancang Kuning, Provinsi Riau.
"Bang Sandiaga Uno dikenal sebagai pengusaha yang kaya raya dan punya banyak uang. Tapi, kita belum pernah dengar ada usaha Beliau di tempat kelahirannya Riau yang dapat dirasakan manfaatnya oleh warga Riau. Kalau Beliau berkenan investasi di Riau, paling tidak menambah PAD dan membuka lapangan kerja. Jadi, kita menunggu semoga saja Beliau berkenan investasi riil di Riau," tegas Raya.
Ia menegaskan, semakin banyak orang-orang sukses dan kaya yang datang ke Riau, akan membawa dampak positif bagi pembangunan daerah. Apalagi, trend keuangan daerah Riau sedang mengalami dinamika dan ujian untuk mengelola pendapatan dan penerimaan yang terbatas karena faktor rasionalisasi anggaran.
"Dengan datangnya Bang Sandi dan disambut lewat acara khusus tepuk tepung tawar, paling tidak dia akan punya beban moral untuk membangun kota kelahirannya secara nyata, lewat investasi riil di Riau. Jangan karena mau pilpres saja, tapi harus konsisten untuk seterusnya," pungkas Raya.
Soal Presiden Jokowi yang sudah beberapa kali melakukan kunjungan kerja ke Riau, namun belum pernah mendapat tepuk tepung tawar, Raya meminta agar hal tersebut ditanyakan alasannya langsung ke LAM Riau. Hal itu merupakan domain dan kewenangan LAM Riau dalam melakukan penilaiannya.
"Yang jelas, Pak Jokowi dapat tepuk tepung tawar atau tidak, Beliau tetap saja bekerja untuk masyarakat Riau. Beliau beberapa kali datang ke Riau, masuk ke kampung, bagi-bagi sertifikat tanah, melanjutkan proyek jalan tol dan proyek strategis nasional lainnya di Riau. Kecintaan Beliau untuk warga Riau tidak akan sirna hanya karena penghargaan. Bahkan di era Jokowi, Blok Rokan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi dimana Pemprov Riau juga akan mendapat manfaat secara langsung," tegas Raya.
Raya menegaskan, Presiden Jokowi bekerja bukan untuk mengejar penghargaan. Terbukti, beberapa kali ditawari mendapat gelar Doktor Kehormatan (Doctor Honoris Causa), namun Jokowi belum bersedia untuk menerimanya.
"Mungkin saja Beliau menilai penghargaan itu belum layak ia dapatkan, karena ia dengan segala capaian kerja yang luar biasa, semata-mata hanya untuk menjalankan mandat konstitusi yang Beliau emban. Bukan sekadar untuk mendapat penghargaan atau gelar kehormatan. Mungkin nanti ada waktu-waktu yang lebih tepat," pungkas Raya.
Reporter : Abidah/Rls


Komentar Via Facebook :