Syiar Kebajikan ala Ustadz Jamming

Syiar Kebajikan ala Ustadz Jamming

Jakarta, RanahRiau.com- “Mari kita budayakan sholawat supaya masalah bangsa ini terselesaikan.” Sepenggal kalimat pengantar itu disampaikan secara singkat oleh Yaya Moektio. Hanya singkat saja, mantan penggebuk drum grup band Godbless ini berlari ke sisi belakang panggung. Ia duduk, lalu kedua tangannya langsung menabuhkan stik drum.

Tak lama, alunan salawat pun mengalir dalam bentuk yang berbeda. Salawat yang tersaji di sini bukanlah salawat selayaknya di acara-acara pengajian. Lafaz salawat kali ini dielaborasi ke dalam bentuk musikal. Di dalamnya, terasa alunan rock yang terbungkus secara syahdu layaknya salawat yang tengah dilafazkan dalam ruang kontemplasi tapi tetap membuat orang-orang yang mendengar turut menghentak-hentakan kaki sebagai tanda menikmati alunannya.

Yaya hanyalah satu dari enam musisi yang tergabung dalam grup bernama Ustadz Jamming. Bersamanya ada Deddy Lisan yang melejit popularitasnya sebagai vokalis Andra & the Backbone. Dalam melantunkan lagu berjudul "Sholawat" itu, Deddy berbagi vokal dengan Uchie Wiby. Menyokong keduanya ada Edy Kemput, gitaris grup Grassrock yang tampil dengan gamis dan berjenggot serta didampingi juga oleh Adnil Faisal (keyboard) dan Ivanka (bass).

Sejatinya, Ustadz Jamming ini hadir tak hanya untuk menghibur. Eksistensi grup band ini lahir untuk merespons kegelisahan terhadap diskursus yang mengharamkan musik di dalam Islam sekaligus memberi warna lain dalam menebarkan kebaikan.

“Saya gelisah dengan orang-orang yang mengharamkan musik,” kata Yuke Sumeru, sang pembetot bass yang kini lebih sering disapa panggilan Ustaz.

“Mari kita diskusikan tapi sebelum (bicara soal musik haram), sudah berapa juzz yang dihafal?” lanjut Yuke saat didaulat rekan-rekannya untuk melakukan jamming ke atas panggung.

Begitulah Ustadz Jamming memberikan warnanya. Hingga kini, dua single anyar telah disajikan, masing-masing berjudul Menunggumu dan Hingga Waktu. Dua single ini sekaligus menjadi repertoar yang dihadirkan saat grup band ini memeriahkan gelaran Road to International Indie Music Festival di Melodi Cafe, Jakarta, Kamis (2/8) malam.

Denny MR, salah satu penggagas dari grup Ustadz Jamming, menjelaskan grup ini lahir dari keinginan untuk berbuat hal sederhana namun bisa menyemaikan kebaikan. Kebetulan, kata dia, para musisi yang terlibat di grup ini menjadi anggota dari kelompok pengajian Halaqah Kreatif.

“Di dalamnya itu banyak orang-orang kreatif yang ikut pengajian ini. Mulai dari wartawan, orang televisi, event organizer dan musisi. Itulah sebabnya kita buat saja Ustdaz Jamming ini dengan misi menyiarkan kebaikan lewat musik,” kata Denny.

Kini, ‘misi suci’ itu telah ditebar. Semoga ikhtiar mengajak kebaikan terus bergulir dan membesar ke dalam scene musik indie maupun mainstream di Tanah Air.



Sumber : Republika.co.id


Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :