Cerita Kisah
Pintaku Si Pemalu, Piala Untuk BuAya
Bunda: Gak nyangka bisa juga si bontot ku ini, Kata ayahnya sih darah nyeni bunda ngalir deras tak berbendung
Tidak ada ekspetasi apapun untuk andilnya pada acara tahunan di Indragiri Hilir (Inhil) ini.
Pemilihan Bujang dan Dara 2018 tingkat Anak.
Asah mental aja, kataku saat itu
Semuanya tergopoh-gopoh
hari pertama minjam sendal dari peserta lain waktu
nampil karena gak nemu jualnya dimana lain lagi soal jahit baju ada 6
orang yg menolak untuk menjahit karena waktu mepet besok lepas jumat mau
show.
"Ibu aminahlah sang penolongnya,"sedihnya.
Dan kondisi cuaca tidak bersahabatpun membuat kondisi tubuhnya demam dua kali berturut turut.
Malam menjelang final kami dihebohkan dengan
mencari tanjak, seantero kota diubek-ubek kemudian kami juga dikejutkan
karna body nya lebih langsing dari biasanya.
Kasihan bisikku, namun semangat bajanya juga melarangku untuk hentikan langkahnya saat masuk di 20 dan 10 besar.
"Dia demam"ungkapku dengan risau.
Saat penyerahan piala kemenangan tak sampai acara
berakhir si kecil turun panggung minta pulang karena capek dan pusing,
katanya.
Kamipun langsung membawanya pulang dengan penuh kasih kupeluk dan ku bisikkan
"Ayah bunda bangga adek hebat bisa mengalahkan sikap pemalu adek"
Dan dengan tersenyum dia balas BuAya (Bunda Ayah singkatan buatannya untuk kami berdua) senang ya Bun.tanyanya
Sebelum sempat kujawab kudengar dengkur halusnya membawanya kealam mimpi dengan piala kemenangan dalam pelukannya
Slamat Ananda
KHALIFAH BUMI RAYA
Smoga ananda akan lebih berkibar dalam bidang Agama dan berjuang untuk itu,.aamiin.
Pintaku ya Allah kabulkanlah.
Penulis: Bunda


Komentar Via Facebook :