Tingkatkan Kunjungan Wisata ke Siak, Ini yang Dilakukan Syamsuar di Kepri
RanahRiau.com- Pemerintah Kabupaten Siak menjalin kerjasama di sektor pariwisata dengan empat kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Keempat daerah itu, Kota Batam, Tanjungbalai Karimun, Tanjungpinang, dan Kabupaten Bintan.
Penandatanganan nota kesepahaman dengan Pemko Batam dan Kabupaten Karimun berlangsung di kantor Walikota Batam, Senin (30/7/2018). Tujuan dari kerja sama ini, mempromosikan dan mengembangkan destinasi wisata. Selain itu, terpaut juga keinginan mempromosikan kegiatan pariwisata yang ada di Kabupaten Siak dan Kota Batam sehingga jumlah kunjungan wisatawan akan meningkat.
Bupati Siak, Syamsuar, mengatakan 4 kabupaten kota ini dipilih untuk bekerja sama karena menjadi pintu masuk wisatawan asing di Provinsi Kepri. Harapannya, wisatawan manca negara yang masuk ke empat kabupaten/kota ini bisa meneruskan perjalanannya ke Kabupaten Siak, apalagi Kota Batam memiliki jumlah kunjungan wisatawan mancanegara terbesar ketiga setelah Bali dan Jakarta.
"Mudah-mudahan Siak dapat bias pariwisata dari Kota Batam. Bentuk kerja samanya nanti bisa kami lakukan promosi pariwisata atau mungkin membuat event-event kebudayaan bersama dan sebagainya," kata Syamsuar.
Besar harapan Syamsuar, kelak terobosan kerjasama ini dapat meningkatkan jumlah kunjungan pelancong ke Siak sampai 100 persen. Saat ini angka kunjungan wisatawan manca negara ke Siak baru sekitar 400 orang per tahun, setelah adanya kerjasama diharapkan bisa menembus satu juta lebih.
"Saat ini Kabupaten Siak telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tentunya hal ini bisa menambah nilai jual pariwisata, khususnya wisata budaya dan sejarah di Siak," ucap Syamsuar.
Kadis Pariwisata Siak, Fauzi Asni, mengatakan MoU promosi wisata ini bentuknya saling mempromosikan wisata di daerah. "Tinggal menunggu waktu yang pas untuk penandantangan dengan Dinas pariwisata kabupaten/kota se Provinsi Riau," ucapnya.
Fauzi menjelaskan, kerja sama ini adalah salah satu upaya komunikasi untuk saling mempromosikan dan memfasilitasi paket perjalanan wisata antar daerah, mulai dari Kepulauan Riau hingga Riau.
"Semoga dengan adanya penandatanganan MoU ini, pariwisata di Provinsi Riau, Kabupaten Siak khususnya makin dikenal dan bisa menjadi daerah tujuan wisata di Sumatera," harap Fauzi.
Sementara itu, Bupati Karimun, Aunur Rafiq, mengatakan siap menjadi tuan rumah untuk rapat teknis sebagai tindak lanjut perjanjian kerjasama. Ia berharap kerjasama ini bisa ditingkatkan hingga level provinsi dan melibatkan seluruh kabupaten/kota di Riau dan Kepulauan Riau
"Promosi daerah harus saling menunjang, ada beberapa unggulan di kota kami. Yakni, ada sumber air panas yang berada di pesisir pantai. Sumber air panas ini hanya 100 meter dari pesisir pantai, kalau ditata dengan baik mungkin bisa jadi satu potensi daerah bersama," ucap Rafiq, Senin (30/7/2018), seusai membubuh tanda tangan MoU kerja sama.
Saat ini, kata Walikota Batam Muhammad Rudi menimpali, pihaknya sedang melakukan mengembangkan pariwisata pembangunan infrastruktur di desa untuk mendukung upaya pengembangan kepariwisataan.
"Pengembangan pariwisata ini dilakukan untuk mengembalikan industri yang sedang bermasalah, karenanya kita berusaha membangun wisata Kota Batam. Mudah-mudahan tahun 2024 Jalan Arteri sampai Senggulung sudah selesai, semua kita buka 5 jalur karena Batam masih memungkinkan," ungkap Rudi.
Reporter : Abidah/Rilis


Komentar Via Facebook :