Berita Pilkada 2018
Partisipasi Pemilih hanya 65,63 Persen, Berikut Penjelasan KPU Kepulauan Meranti
Selatpanjang, RanahRiau.com- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Meranti mengakui, berat mencapai target partisipasi pemilih di Pilkada Riau 2018. Berkaca pada tahun lalu, partisipasi pemilih hanya 65,63 persen saja. hal ini dikatakan oleh Ketua KPU Kepulauan Meranti, Abu Hamid kepada wartawan.
Dalam Penjelasannya beliau menyampaikan, secara nasional, KPU RI telah membuat target partisipasi pemilih 77,5 persen. Namun, target ini diakui agak berat untuk mencapainya. Pernyataan Abu Hamid bukan tanpa dasar. Diakuinya, pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti tahun lalu, tingkat partisipasi pemilih hanya di angka 65,63 persen. "Sulit mencapai 77,5," kata Abu Hamid.
Dijelaskan Abu Hamid, beberapa faktor menjadi penyebab minimnya partisipasi pemilih antara lain, sosialisasi kurang intens. Lalu, ada mindset pemilih bahwa siapapun pemimpin, maka si pemilih tetap saja tidak berubah (nasib kehidupannya). "Akhirnya pemilih berfikir, ngapain kita cape-cape memilih," ujarnya.
selain itu menurutnya, faktor lain menyebabkan minimnya partisipasi pemilih adalah, banyaknya pemilih yang tidak menggunakan hak pilih padahal terdaftar di DPT. Mereka yang merantau jarang sekali pulang kampung hanya untuk memilih saat Pilkada.
Untuk kebutuhan logistik Pilkada 2018, KPU Kepulauan Meranti telah mulai pendistribusian sejak tanggal 25 Juni 2018. Pendistribusian logistik dilanjutkan hingga tanggal 26 Juni 2018 dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian.
Pendistribusian diprioritaskan pada kecamatan yang jaraknya jauh dari pusat ibukota dan memiliki akses agak sulit. Sementara dua kecamatan terdekat dengan kota, Tebingtinggi dan Tebingtinggi Barat pendistribusiannya sehari menjelang pemilihan.
Reporter : Hafiz/Rls
Dalam Penjelasannya beliau menyampaikan, secara nasional, KPU RI telah membuat target partisipasi pemilih 77,5 persen. Namun, target ini diakui agak berat untuk mencapainya. Pernyataan Abu Hamid bukan tanpa dasar. Diakuinya, pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti tahun lalu, tingkat partisipasi pemilih hanya di angka 65,63 persen. "Sulit mencapai 77,5," kata Abu Hamid.
Dijelaskan Abu Hamid, beberapa faktor menjadi penyebab minimnya partisipasi pemilih antara lain, sosialisasi kurang intens. Lalu, ada mindset pemilih bahwa siapapun pemimpin, maka si pemilih tetap saja tidak berubah (nasib kehidupannya). "Akhirnya pemilih berfikir, ngapain kita cape-cape memilih," ujarnya.
selain itu menurutnya, faktor lain menyebabkan minimnya partisipasi pemilih adalah, banyaknya pemilih yang tidak menggunakan hak pilih padahal terdaftar di DPT. Mereka yang merantau jarang sekali pulang kampung hanya untuk memilih saat Pilkada.
Untuk kebutuhan logistik Pilkada 2018, KPU Kepulauan Meranti telah mulai pendistribusian sejak tanggal 25 Juni 2018. Pendistribusian logistik dilanjutkan hingga tanggal 26 Juni 2018 dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian.
Pendistribusian diprioritaskan pada kecamatan yang jaraknya jauh dari pusat ibukota dan memiliki akses agak sulit. Sementara dua kecamatan terdekat dengan kota, Tebingtinggi dan Tebingtinggi Barat pendistribusiannya sehari menjelang pemilihan.
Reporter : Hafiz/Rls


Komentar Via Facebook :