Pernyataan Ketua IMM Riau terkait Kasus Terorisme di UR
Dolly Ichsan David: Ada beberapa pihak yang membangun Opini Negatif tentang Universitas Riau
Pekanbaru, RanahRiau.com- Ketua Umum DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Provinsi Riau Dolly Ichsan David S.Ikom Memberikan apresiasi dan berterimakasih kepada kepolisian Republik Indonesia khususnya Densus 88 yang berhasil menangkap terduga pelaku terorisme dikampus Unversitas Riau pada hari sabtu, 2 Juni 2018, hal ini disampaikan beliau kepada wartawan ranahriau.com pada selasa 05/06/2018).
Dalam pernyataannya, beliau berharap semoga ini menjadi kejadian terakhir dikawasan kampus manapun, walaupun beliau sendiri kurang setuju dengan gaya kepolisian yang terlalu mempertontonkan prosesi penangkapan dikawasan kampus tersebut dan menurut Dolly sapaan pemuda yang saat ini juga berkuliah di Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Riau ini merasa pemerintah dan kepolisian terlalu fokus ketindakpidana terorismenya dibandingkan berusaha melawan ideologi yang membuat beberapa orang mahasiswa akhirnya terjebak dengan ideologi yang bertentangan dengan Islam dan NKRI.
Dolly sendiri sangat menyayangkan kejadian ini akhirnya dimanfaatkan beberapa pihak untuk membangun opini yang merugikan dari Universitas Riau, karna terlalu receh sekali kalau ini digunakan untuk menyerang personal pimpinan dikawasan kampus, karna sebagai kampus yang paling kritis terhadap pemerintahan sudah sewajarnya juga ada beberapa orang yang akhirnya bertepuk tangan dengan kejadian ini, bahkan berusaha untuk sedikit memainkan peran membangun opini publik terhadap kampus UNRI.
Dalam pernyataannya, beliau berharap semoga ini menjadi kejadian terakhir dikawasan kampus manapun, walaupun beliau sendiri kurang setuju dengan gaya kepolisian yang terlalu mempertontonkan prosesi penangkapan dikawasan kampus tersebut dan menurut Dolly sapaan pemuda yang saat ini juga berkuliah di Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Riau ini merasa pemerintah dan kepolisian terlalu fokus ketindakpidana terorismenya dibandingkan berusaha melawan ideologi yang membuat beberapa orang mahasiswa akhirnya terjebak dengan ideologi yang bertentangan dengan Islam dan NKRI.
Dolly sendiri sangat menyayangkan kejadian ini akhirnya dimanfaatkan beberapa pihak untuk membangun opini yang merugikan dari Universitas Riau, karna terlalu receh sekali kalau ini digunakan untuk menyerang personal pimpinan dikawasan kampus, karna sebagai kampus yang paling kritis terhadap pemerintahan sudah sewajarnya juga ada beberapa orang yang akhirnya bertepuk tangan dengan kejadian ini, bahkan berusaha untuk sedikit memainkan peran membangun opini publik terhadap kampus UNRI.
“ saya rasa kejadian ini menjadi pelajaran kita bersama, dimana kita adalah orang yg paling bertanggung jawab melawan ideologi terorisme di Indonesia, apa lagi dikawasan kampus dan mahasiswa, saya rasa sudah waktunya para cendekiwian dan akademisi terbaik bangsa ini kembali kekampus, bukan hanya untuk mencerdaskan generasi tapi juga menjaga mahasiswa hari ini yang mulai menjadi dampak ganasnya kegagal fahaman demokrasi perpolitikan negara kita", ujarnya.
Mengenai statement Kemenristekdikti tentang pemecetan rektor UNRI saat ini menurutnya merupakan sikap yang tergesa-tergesa, "saya sangat tergesa-gesa dan terkesan sebatas ucapan pelepas tanya para wartawan yang datang kepada beliau, dengan kampus sebesar UNRI bukan hal yang mudah untuk menjengkal setiap pemikiran sosial didalamnya, bahkan kalau negara ini ingin berkaca, di mako brimob pun tak luput dari serangan terorisme, kenapa kemenrisetdikti tidak bersuara untuk pecat kapolri? Karna seharusnya kita sama sama faham kalau yang panjang itu kuku, memotong jari bukanlah keputusan yg bijak, apalagi kuku yang sengaja dipanjangkan, saya rasa Kemenrisetdikti lebih bijak mempelajari kejadian kemaren, dari pada mengeluarkan statement yang akhirnya menggiring opini baru, apa lagi sebentar lagi UNRI akan mengadakan pemilihan Rektor untuk periode selanjutnya, atau mungkin ada beberapa orang yang sudah kepanasan dengan UNRI yang selama ini kritis terhadap kebijakan pemerintahan yang tidak pro terhadap rakyat? Semoga saja tidak", ungkapnya.
Reporter : Hafidz


Komentar Via Facebook :