ISPP Kuansing Temukan Solusi Terkait Hasil UN Dikuansing Yang Anjlok

ISPP Kuansing Temukan Solusi Terkait Hasil UN Dikuansing Yang Anjlok

Kuantan Singingi, RanahRiau.Com- Terkait Ujian Nasional (UN) tingkat SMP di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terhenyak pada urutan ke 12 dari 12 Kabupaten/kota di provinsi Riau, Ikatan Sarjana Peduli Pendidikan (ISPP) Kuansing kaji ulang tentang UN tersebut, Sehingga dapat merangkum beberapa solusi yang perlu diterapkan di Kuansing.

Ketua ISPP Kuansing Rizki Erlando. SPd kepada ranahriau.com Minggu (27/5/2018) mengatakan, Semalam kami sudah mengkaji perhal ini dan ada beberpa solusi yang sudah dirangkum. Pertama kita harus sadar bahwa prestasi itu penting tapi kejujuran juga faktor utama dalam menghadapi ujian nasional ini,kata Rizky

"Saya yakin guru dan sekolah sudah berusaha semaksimal mungkin, Tanpa ada kecurangan Seperti menunjukan anak murid atau memberikan kunci jawaban untuk meraih peringkat tinggi diprovinsi Riau,"ungkapnya

"Saya sangat apresiasi kejujuran itu, Walaupun demikian, kita tetap melakukan Evaluasi hasil ini. Karena Kuansing turun 2 level dari 3 tahun terakhir,"jelasnya

Dulu Kuansing berada pada level 10 sekarang level 12. Untuk tahun depan kita minta lebih dipersiapkan lagi seperti memaksimalkan jadwal Les tambahan dan dari peserta didik agar lebih dimotivasi untuk giat belajar.

Kemudian kami juga minta kordinasi antara dinas pendidikan dan DPRD terutama komisi A yang berwenang dan punya hak  serta tanggung jawab dibidang Pendidikan. Saya berharap terkait regulasi guru dan kesejahteraan guru lebih diperhatikan.

Dari hasil pengamatan kami Kata orang nomor satu di ISPP ini, ada beberapa sekolah yang kekurangan tenaga pendidik seperti SMP 003 Indarung  dan SD 006 Desa setiang Kecamatan Pucuk Rantau.

Kita minta eksekutif dan legislatif kompak untuk memajukan pendidikan jangan ada saling tuduh atau saling salah menyalahkan apalagi ketika ada kendala pendidikan jangan biarkan berlarut-larut, karena Ini tanggung jawab kita bersama untuk mensukseskan mutu pendidikan di Kuansing. Jangan selalu dibebankan keguru dan pihak sekolah saja," ucapnya

kedepan, kita minta guru-guru itu lebih diperhatikan karena mereka ujung tombak Pendidikan. Segera buka Honorer Tenaga pendidik untuk mengisi kekurangan guru didaerah. Jangan sampai guru honor mengajar digaji minim apalagi mengajar tanpa digaji. Tegas Erland menandaskan

Sementara itu Perwakilan ISPP bidang Advokasi dan hukum Eka Irma Mardianty,SH meminta Agar pihak terkait mendata kembali kekurangan-kekurangan Sekolah mana saja yang perlu ditingkatkan mutu dan data kembali jumlah guru secara detail dan menyeluruh. Kita himbau kepada DPRD dan pemerintah tahun depan pendidikan penjadi prioritas utama,"Ujarnya menandaskan

Reporter : Eki Maidedi

 

 

 

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :