Tangkap Penguggah Video Percakapan Menteri BUMN dan Direktur PLN

Tangkap Penguggah Video Percakapan Menteri BUMN dan Direktur PLN

RanahRiau.com- Rekaman percakapan antara Menteri BUMN dan Dirut PLN yang menyebar di medsos dan menjadi viral, sebenarnya bukanlah membicarakan bagi-bagi fee. Tapi, merupakan pembicaraan dalam upaya kerja sama PLN dan Pertamina dengan pihak swasta.

Hal ini dijelaskan oleh Tri Sasono, Sekretaris Jendral Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu, melalui pesan tertulis yang diterima Klikanggaran.com hari ini, Sabtu (28/04/2018).

Tri Sasono menjelaskan, dalam rekaman tersebut Menteri BUMN dan Dirut PLN berupaya untuk mendapatkan share kepemilikan lebih besar dalam proyek kerja sama, yang tujuannya agar PLN dan Pertamina menjadi majority share holder dalam project kerja sama tersebut.

Rekaman yang terpotong ini menurutnya sengaja dimodifikasi untuk mendiskreditkan Menteri BUMN dan merugikan nama Pemerintah.

"Kalau diamati, pembicaraan ini seputar tahun 2016, di mana PT Pertamina tengah menjajaki tawaran kerja sama dengan PT Bumi Sarana Migas untuk membangun terminal energi terpadu gas alam cair atau LNG di Bojonegara, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Pembangunan kilang ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gas di Jawa Barat." Demikian disampaikan oleh Tri Sasono.

"Di mana Pertamina siap menjadi offtaker Pertamina berusaha mendapatkan saham pada kilang tersebut dan ditunjuk menjadi operator kilang," lanjutnya.

Sekjen FSP BUMN Bersatu ini juga menjelaskan, pengalaman dalam mengelola kilang selama ini tentu menjadi dasar yang kuat bagi Pertamina. Dalam Proyek Terminal Gas (Receiving Terminal LNG di Bojanegara) yang rencananya dibangun di Bojanegara, nantinya menyalurkan gas ke salah satu pembangkit Listrik PLN di Muara Tawar, di mana Menteri BUMN meminta PLN untuk ikut serta. Juga sebagai pemegang saham dalam Terminal Gas Bojanegara.

Dan, proyek kerja sama pembangunan Terminal Pengelolaan Gas LNG Bojanegara antara Pertamina dengan pihak PT BSM yang menggandeng pihak Tokyo Gas, Mitsui, sampai hari ini belum berjalan karena pihak di luar Pertamina dan PLN keberatan dengan permintaan saham majority oleh Pertamina dan BUMN.

"Jadi tidak benar rekaman pembicaraan  yang beredar antara Menteri BUMN dan Dirut PLN seakan-akan bagi-bagi fee," tutur Tri Sasono.

"Karena itu, Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu mendesak pihak kepolisian untuk menyelidiki, siapa dalang penyebar video rekaman yang bernada fitnah tersebut," tutup Tri Sasono.


Reporter    : Abidah/Rilis

 

 

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :