Nasib Perawat Honorer di Riau Jauh Dari Kata Layak

Nasib Perawat Honorer di Riau Jauh Dari Kata Layak

Pekanbaru, RanahRiau.com- Badan Pengembangan Kapasitas Kelembagaan (BPKK) DPD RI menggelar dialog konstitusi bersama Gerakan Nasional Perawat Honorer Indonesia (GNPHI) Wilayah Riau, di Hotel Anom Pekanbaru, Kamis (26/4/18).


Hadir sebagai pemateri diantaranya Ketua BPKK DPD RI Intsiawati Ayus SH.MH, Kabag BPKK DPD RI Wachid, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Dra. Hj. Mimi Yuliani Nazir Apt. MM, dan Korwil GNPHI Riau Candra Ahmadi, serta puluhan peserta dari kalangan perawat honorer dari RSUD se Riau.

Berbagai permasalahan dipaparkan pada acara yang mengangkat tema Mewujudkan Konstitusional DPD RI "Peran Mewujudkan Kesejahteraan SDM Kesehatan di Daerah Peovinsi Riau".

Seperti perhatian dari Pemerintah terhadap nasib perawat honorer, hingga kejelasan atas pengabdian honorer yang sudah mengabdi selama belasan tahun.

"Kami sudah mengabdi sampai ada yang belasan tahun. Kami hanya berharap kejelasan nasib kami. Minimal kami diangkat menjadi Pegawai Pemerintah Perjanjian Kontrak," keluh Candra Ahmadi.

Selain itu, ia menyampaikan aspirasi dan keinginan dari apra perawat honorer yang tidak dapat berkesempatan mengikuti seleksi penerimaan CPNS.

Sementara Kadiskes Riau memaparkan, bahwa kebijakan terkait CPNS seluruh regulasinya dari Pemerintah Pusat. Sedangkan Daerah tinggal menjalankan peraturan dan ketetapan yang sudah ada.

"Maka dari itu Rumah Sakit banyak menbuka lowongan tenaga Honorer. Di RSUD kita saja sebanyak 700an. Dan Pemprov Riau semdiri telah mengangkat 200 tenaga Perawat dan Bidan untuk ditempatkan pada Puskesmas 24 Jam,"katanya.

Intsiawati Ayus dalam penyampaiannya mengatakan, bahwa peran dan fungsi sebagai DPD RI tidak akan maksimal apabila hubungan dengan Eksekutif (Kepala Daerah) tidak terjalin dengan baik.

Termasuk bidang kesehatan, sejauh ini para Kepala Daerah enurutnya belum tampak mengalami permasalahan yang dalam untuk menanganinya. Padahal dari pemaparan peserta, SDM kesehatan khusus Honorer di Riau sangat memprihatinkan.

"Mudah-mudahan Pemerintah kedepannya lebih peka terhadap SDM bidang Kesehatan. Juga untuk Pendidikan. Karena dua hal ini tidak bisa disepelekan keberadaannya," jelasnya

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :