Siap Rebut Kursi DPD RI 2019
Edwin Pratama Putra : Sudah Saatnya Riau Tinggalkan Pola Lama, Ganti dengan Gaya Baru
Pekanbaru, RanahRiau.com- Bakal Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPD) RI, Edwin Pratama Putra,SH. Menegaskan, Dirinya Sangat Optimis duduk menjadi Senator dari Riau. Pasalnya, Kata dia, untuk membangun riau sudah semestinya meninggalkan gaya gaya lama, tapi harus dengan gaya dan pola yang baru dengan membuka akses yang seluas luasnya kepada pusat.
"Motivasi terbesar saya adalah untuk memberikan yang terbaik bagi riau, karena untuk membangun riau harus dengan gaya yang baru, sebagai orang muda dengan akses yang baik di nasional, dan dengan pengalaman di DPD, saya rasa cukup, oleh karena itu saya menerima pinangan dari komunitas riau terbilang," Sebutnya kepada ranahriau.com, Selasa, (23/4/2018) di KPU Provinsi Riau.
(Keterangan Foto : Edwin Pratama Putra (Kacamata), Mendaftar Ke KPU Riau)
Rasa optimistis itu muncul, kata Edwin Tabano, dirinya melihat dari rekam jejak selama menjadi staff ahli Anggota DPD RI, Intsiawati Ayus kurang lebih 10 tahun, Disana dia menganalisa, ternyata masih banyak alokasi anggaran yang belum tersalurkan dari pusat ke daerah, dan hal itu menjadi salah satu faktor penunjang programnya untuk membangun Riau.
Terlebih, Sambung dia, dengan adanya jaringan serta hubungan emosional dengan sejumlah kepala daerah membuat dirinya semakin yakin untuk merebut kursi DPD RI tahun depan.
"saya umur 28 tahun sekarang, dan ada teman dari pengalaman saya berkeliling selama 10 tahun di riau, saya juga ada ikatan emosional dengan sejumlah kepala daerah, jadi saya sangat optimis untuk menang," Ujarnya.
Sementara itu saat ditanyakan pewarta ranahriau.com, apa yang akan menjadi prioritas untuk pembangunan riau, Edwin Menukas, akan melakukan koneksi jaringan dengan pihak terkait di nasional untuk bisa mendapatkan porsi anggaran yang memadai bagi kepentingan daerah provinsi riau.
"Tentunya nanti yang akan diperjuangkan adalah riau dengan 12 kabupaten/kota, Sementara APBD provinsi tidak akan cukup mengcover pembangunan dan kebutuhan masyarakat lainnya, oleh karena itu kita akan bantu dari pusat, bisa dicontohkan tahun 2016 dan 2017 dana kita dipotong oleh pusat sebesar 600 Milyar di salah satu kabupaten, dan saya berpikir dengan adanya akses maka akan mudah untuk memperjuangkan maksimal bagi kepentingan riau. Selain itu juga harusnya kita mengurus DID (Dana Insentif Daerah) yang nilainya 50 milyar pertahun untuk reward apabila WTP, jadi jangan selalu terpaku pada anggaran yang ada dari APBD dan harusnya kita bisa memikirkan jauh kesana untuk kebutuhan masyarakat," Pungkasnya.
Reporter : Faisyal


Komentar Via Facebook :