Bentrok antar Supporter di Jogjakarta, Bonek ini harus meregang nyawa di Rumah Sakit
Surabaya, Ranahriau.com- Perjalanan pulang para Suporter Persebaya Surabaya Bonekmania usai menyaksikan pertandingan sepak bola Persebaya lawan PS Tira di Stadion Sultan Agung Bantul, Jogjakarta, membawa korban. Satu orang suporter meninggal diduga akibat mengalami luka parah di bagian kepala, Sabtu dini hari (14/4).
Adalah MP, 17, warga Jalan Brigjen Katamso, Waru, Sidoharjo, Surabaya. Dia sempat menjalani perawatan di RSUD Dr. Moewardi. Menurut kapolsek, pihaknya mendapat laporan ada rombongan suporter menggunakan puluhan truk melintas dari arah barat menuju timur. Kemudian berhenti di depan RSUD Dr.Moewardi.
“Dari laporan anggota, ada sekitar 12 orang (suporter) yang menderita luka. Satu di antaranya meninggal, satu masih dalam perawatan intensif, sedangkan lainnya sudah pulang dan hanya menjalani rawat jalan. Kita sudah menghubungi pihak keluarga dari suporter yang meninggal untuk segera mengambil jenazah,” beber Juliana.
Ketika masuk UGD RSUD Dr.Moewardi, imbuh kapolsek, suporter yang masih dirawat intensif mengalami cedera otak sedang, pendarahan otak bagian depan bawah sebelah kanan, serta pembengkakan otak.
“Ketika dalam perjalanan, salah seorang suporter meminta truk berhenti di rumah sakit karena ada anggota mereka yang luka dan sudah tidak tahan,” ungkapnya.
Dari keterangan salah seorang teman korban, rombongan suporter terlibat bentrok di kawasan Jogjakarta.
Terpisah, Kasubbag Hukum dan Humas RSUD Dr. Moewardi Eko Haryati menuturkan, pihaknya belum bisa menjelaskan secara detail luka yang dialami para suporter. Tapi, yang jelas pihak keluarga suporter meninggal dunia telah dihubungi agar segera melakukan penjemputan jenazah.
“Keluarga sudah dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sedangkan satu (suporter, Red) yang masih kritis ditangani di UGD,” ungkapnya.
Sumber : Jawapos.com
Adalah MP, 17, warga Jalan Brigjen Katamso, Waru, Sidoharjo, Surabaya. Dia sempat menjalani perawatan di RSUD Dr. Moewardi. Menurut kapolsek, pihaknya mendapat laporan ada rombongan suporter menggunakan puluhan truk melintas dari arah barat menuju timur. Kemudian berhenti di depan RSUD Dr.Moewardi.
“Dari laporan anggota, ada sekitar 12 orang (suporter) yang menderita luka. Satu di antaranya meninggal, satu masih dalam perawatan intensif, sedangkan lainnya sudah pulang dan hanya menjalani rawat jalan. Kita sudah menghubungi pihak keluarga dari suporter yang meninggal untuk segera mengambil jenazah,” beber Juliana.
Ketika masuk UGD RSUD Dr.Moewardi, imbuh kapolsek, suporter yang masih dirawat intensif mengalami cedera otak sedang, pendarahan otak bagian depan bawah sebelah kanan, serta pembengkakan otak.
“Ketika dalam perjalanan, salah seorang suporter meminta truk berhenti di rumah sakit karena ada anggota mereka yang luka dan sudah tidak tahan,” ungkapnya.
Dari keterangan salah seorang teman korban, rombongan suporter terlibat bentrok di kawasan Jogjakarta.
Terpisah, Kasubbag Hukum dan Humas RSUD Dr. Moewardi Eko Haryati menuturkan, pihaknya belum bisa menjelaskan secara detail luka yang dialami para suporter. Tapi, yang jelas pihak keluarga suporter meninggal dunia telah dihubungi agar segera melakukan penjemputan jenazah.
“Keluarga sudah dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sedangkan satu (suporter, Red) yang masih kritis ditangani di UGD,” ungkapnya.
Sumber : Jawapos.com


Komentar Via Facebook :