Alamak.... Ular sebesar Batang Kelapa belit lengan Eskavator di Pelalawan
Pangkalan Kerinci, Ranahriau.com- Ular sawah yang diperkirakan sebesar pohon kelapa membelit lengan eskavator di Desa Rangsang, Kecamatan Pelalawan, Riau. Kejadian itu bermula saat sang operator ingin membersihkan lahan dari kayu-kayu yang sudah lapuk, Sabtu (14/4/2018).
Saat itu, Khodir, operator alat berat, sedang asyik bekerja. Satu per satu kayu lapuk disingkirkan dari lahan. Namun pada satu sisi, tiba-tiba terangkat tubuh ular. Ular itu dengan sigap melilit lengan eskavator.
Khodir yang saat itu sendirian kaget dan segera melarikan diri untuk meminta pertolongan warga. Dan warga pun bersama-sama mendatangi lokasi. Warga pun kaget dengan apa yang mereka lihat, karena ternyata memang ular, yang diperkirakan jenis ular sawah.
Badannya diperkirakan sebesar pohon kelapa dengan panjang diperkirakan tujuh meter. Bersama warga, akhirnya ular itu dievekuasi ke kampung.
Dari informasi yang diperoleh, ular itu ternyata berada di lahan mantan camat Teluk Meranti, Kiki Saputra. Kepada awak media, Kiki mengaku, lahan itu memang sengaja dibersihkan karena mau ditanam pinang.
"Panjangnya sekitar tujuh meter, dan saat ini sudah ditangkap hidup-hidup dan dibawa ke kampung,'' katanya.
Sumber : Goriau.com
Saat itu, Khodir, operator alat berat, sedang asyik bekerja. Satu per satu kayu lapuk disingkirkan dari lahan. Namun pada satu sisi, tiba-tiba terangkat tubuh ular. Ular itu dengan sigap melilit lengan eskavator.
Khodir yang saat itu sendirian kaget dan segera melarikan diri untuk meminta pertolongan warga. Dan warga pun bersama-sama mendatangi lokasi. Warga pun kaget dengan apa yang mereka lihat, karena ternyata memang ular, yang diperkirakan jenis ular sawah.
Badannya diperkirakan sebesar pohon kelapa dengan panjang diperkirakan tujuh meter. Bersama warga, akhirnya ular itu dievekuasi ke kampung.
Dari informasi yang diperoleh, ular itu ternyata berada di lahan mantan camat Teluk Meranti, Kiki Saputra. Kepada awak media, Kiki mengaku, lahan itu memang sengaja dibersihkan karena mau ditanam pinang.
"Panjangnya sekitar tujuh meter, dan saat ini sudah ditangkap hidup-hidup dan dibawa ke kampung,'' katanya.
Sumber : Goriau.com


Komentar Via Facebook :