Catatan Menjelang Pameran IMA Expo 2018

Geliat Pelaku Usaha UMKM Kota Pekanbaru dan Tantangannya

Geliat Pelaku Usaha UMKM Kota Pekanbaru dan Tantangannya

RanahRiau.com- Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu dari tulang punggung perekonomian Indonesia. Karena dengan UKM ini, pengangguran akibat angkatan kerja yang tidak terserap dalam dunia kerja menjadi berkurang. Sektor UKM telah dipromosikan dan dijadikan sebagai agenda utama pembangunan ekonomi Indonesia, untuk itu perlu diadakan upaya-upaya untuk meningkatkan UMKM yang ada di Indonesia dengan cara mengoptimalkan potensi-potensi ekonomi.

Peningkatan jumlah penduduk, disertai dengan angkatan kerja yang tidak sebanding dengan ketersediaannya lapangan pekerjaan. Disamping itu ketersediaan ketersediaan fasilitas yang tidak merata pun dapat menyebabkan sulitnya mencari pekerjaan di daerah-daerah tertentu.

Pekanbaru sebagai kota yang memiliki iklim bisnis tinggi juga memiliki perkembangan bisnis UKM yang cukup baik. Edy Baskoro Yudhoyono (Ibas) bahkan menilai iklim bisnis UKM Kota Pekanbaru saat ini berjalan cukup baik. “Saya menilai sudah sangat baik, potensi.di pekanbaru ini. Dan sangat berkembang. Saya menyadari ini bukan kunjungan pertama saya melihat sentra-sentra UKM diberbagai kota. Dan, yang saya lihat dipekanbaru sangat cukup baik dan berbanding terbalik dengan daerah-daerah lainnya.” Terang Edy.

Jumlah UMKM di Pekanbaru menjadi jumlah terbanyak dibandingkan dengan jumlah UMKM di kabupaten/kota lainnya di Riau. Data Diskop dan UKM Riau menyebutkan bahwa Pekanbaru dengan 68.728 UMKM-nya menempati posisi pertama dalam jumlah UMKM. Posisi kedua adalah Kampar dengan jumlah UMKM-nya sebanyak 45.446 UMKM. Inhil dengan 44.891 UMKM menempati posisi ketiga.

Selanjutnya, Bengkalis (42.029 UMKM), Rohil (34.036 UMKM), Rohul (27.074 UMKM), Inhu (26.488 UMKM), Siak (22.948 UMKM), Kuansing (21.450 UMKM), Dumai (20.782 UMKM) dam Palalawan dengan 13.824 UMKM-nya menempati posisi juru kunci. Dari sejumlah UMKM yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Riau itu, sektor perdagangan dengan 77.156 UMKM menjadi sektor paling diminati dibandingkan dengan jasa (19.656 UMKM), produksi (12.760) dan industri dengan 11.320 UMKM-nya.

Data UKM tersebut sangat berguna untuk pengelompokkan UKM sesuai bidangnya dan guna mengetahui lebih detail pertumbuhan UKM di Pekanbaru. Disamping juga bisa dijadikan sebagai rekomendasi bagi BUMN untuk memberikan pinjaman lunak kepada para pengelola UKM. Angka di atas terus meningkat seiring dengan geliat perkembangan pembangunan Kota Pekanbaru yang semakin maju.
Masyarakat ekonomi menengah kebawah pun mendapatkan kesulitan untuk memperoleh pekerjaan. Banyak sebagian dari mereka ada yang hanya mau bergantung pada orang-orang yang bekerja, bekerja dikantoran mempunyai pekerjaan tetap. Namun, disisi lain sebagian dari mereka juga mempunyai pandangan yang berbeda akan menghadapi kondisi perekonomian tersebut. Mereka berusaha untuk dapat memperoleh pekerjaan yang mampu mendatangkan keuntungan bagi mereka sendiri. Sebagian besar dari mereka memilih untuk membuat usaha mikro, kecil, ataupun menengah (UMKM). Mereka disebut sebagai wiraswasta.

Wiraswasta dalam usaha bisnis menengah dan kecil sangat menunjang perekonomian bangsa Indonesia dikarenakan dengan adanya unit usaha kecil dan menengah selain mengurangi jumlah angka penganguran UMKM juga berperan penting yang dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu jumlah unit usaha yang terbentuk, penyerapan tenaga kerja, perannya dalam peningkatan produk domestik bruto (PDB) dan sumbangannya terhadap ekspor nasional. Dalam kurun waktu 1997-2001 rata-rata unit UMKM secara nasional mencapai 99,81% dari total perusahaan yang ada. Oleh sebab itu pemerintah harus ikut campur tangan mengenai pengembangan dan kelangsungan Hidup suatu usaha kecil dan menengah, dengan cara memberi modal pinjaman tunai dengan bungah rendah.

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) hingga kini masih menjadi salah satu sektor unggulan, bahkan jadi penopang utama perekonomian Indonesia. Sektor UMKM telah terbukti tahan dari berbagai krisis ekonomi yang melanda negeri ini termasuk pada saat terjadinya krisis moneter.

Tidak heran bila sektor UMKM punya peran strategis dalam struktur perekonomian nasional. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir kontribusi sektor ini terhadap produk domestik bruto (PDB) meningkat dari 57,84 persen menjadi 60,34 persen. Pun dengan serapan tenaga kerja, meningkat dari 96,99 persen menjadi 97,22 persen pada periode yang sama.

Beragam peluang dan ekspektasi yang ada pada UMKM, namun di lain sisi masih menghadapi beberapa permasalahan baik itu internal maupun eksternal. Untuk internal, pertama permasalahan permodalan dan terbatasnya akses pembiayaan. Permodalan merupakan komponen utama yang diperlukan untuk mengembangkan usaha mikro dan kecil menengah. Pada umumnya pelaku usaha sektor mikro ini adalah perorangan dan perusahaan tertutup. Masalah modal biasanya berasal dari dana pribadi ataupun kredit di bank proses pesyaratan administrasinya pun mengalami hambatan. Karena pemohon kredit bank harus menyertakan agunan sebagai jaminan. Pada persoalan modal inilah yang sedikit menghambat usaha untuk berkembang. Terkait persoalan ini, bank juga memiliki tawaran yang lain seperti modal untuk investasi namun belum semua pelaku usaha mikro memiliki akses untuk itu. Karena banyak yang harus diperhatikan seperti jangka waktu, pajak, peraturan, kebijakan, dll.

Kedua, mengenai persoalan kualitas sumber daya manusia (SDM), hal ini tidak dapat dipungkiri menjadi bagian yang penting juga dalam pengembangan usaha mikro. Biasanya, di Indonesia usaha sektor ini masih berkembang secara tradisional atau bahkan usaha yang menjadi turun temurun keluarga. Keterbatasan pengetahuan dan ketrampilan ini dapat menjadi hambatan apabila tidak segera diatasi. Di dalam persaingan usaha, kualitas SDM sangat dibutuhkan untuk menunjang tuntutan permintaan produk yang berkualitas. Relatif apabila pengusaha mikro ini diberikan dengan akses perkembangan teknologi akan lebih meningkatkan daya saing produk mereka. Sebagai contoh, perluasan jaringan usaha dan penetrasi pasar, inovasi produk, mental para pengusaha, dan manajemen usaha mutlak untuk ditingkatkan sebagai bagian dari promosi usaha juga. Karena tanpa disadari, apabila kualitas SDM ini ditingkatkan akan menghasilkan produk wirausaha yang mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih menjanjikan.

Dengan adanya beberapa hambatan dan tantangan yang dihadapi mengenai UMKM tersebut, perlu adanya kerjasama semua pihak, baik pemerintah, swasta, akademi, LSM, dan masyarakat pada umumnya. Selain itu upaya yang harus ditempuh oleh pemerintah untuk mengatasi hal tersebut antara lain : penciptaan iklim usaha yang kondusif, bantuan permodalan, pelindungan usaha, pengembangan kemitraan, pelatihan, membentuk lembaga khusus, pemantaban aosiasi, mengembangkan promosi, mengembangkan kerjasama yang setara, dan mengembangkan sarana dan prasarana. Selain itu program-program pengembangan UKM yang diarahkan pada supply driven strategy sebaiknya mulai ditinggalkan, sebagai pengganti dari arah program ini yakni pengembangan program UKM yang berorientasi pasaryang didasarkan atas pertimbangan efisiensi dan kebutuhan riel UKM (market oriented, demand driven programs). Fokus dari program ini yakni pertumbuhan UKM yang efisien ditentukan oleh pertumbuhan produktivitas UKM yang berkelanjutan, dan pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan UKM yang berkelanjutan.

Peluang dan prospek bisnis UMKM dalam cakupan perdagangan bebas dan otonomi daerah kedepan cukup menjanjikan. Banyak upaya yang diperlukan oleh pemerintah dan swasta untuk mengembangkan bisnis UMKM lagi yang lebih kompetitif. UMKM memegang peranan penting dalam roda perekonomian di Indonesia, memberikan kontribusi nyata dalam penyediaan lapangan pekerjaan, sumbangan pajak, produk yang unggul, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah sebagai pelaku kebijakan dan pengusaha sebagai pelaku ekonomi harus berjalan beriringan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Target pertumbuhan ekonomi di Indonesia berkisar antara 6.0 – 6.6 %, diharapkan sektor mikro ini sebagai penyeimbang sektor makro, karena apabila sektor makro terkena dampak krisis justru sektor mikro dinilai lebih aman. Beragam program-program yang ditawarkan pemerintah melalui Kementrian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah untuk memajukan sektor mikro perlu didukung oleh semua pihak.

Dengan adanya kegiatan yang diselenggarakan oleh IMA Chapter Pekanbaru melalui serangkaian acara Rapat Kerja Nasional 2018 salah satu didalamnya dengan menggelar pameran IMA Expo dengan menampilkan profil pelaku UMKM baik dari kota Pekanbaru maupun dari kota lain bisa menjadi salah satu faktor pendukung dalam menumbuhkan "gairah" bagi pelaku UMKM yang ada untuk selalu bersemangat dalam menjalankan bisnis dengan belajar melalui pengalaman dan sharing ilmu yang didapat untuk meningkatkan kemajuan bisnis UMKM mereka.
 
Kita sadar bahwa untuk mencapai kesuksesan di bidang ekonomi bukan hanya menjadi tanggungan pemerintah namun pengusaha juga perlu untuk berkontribusi lebih banyak. Sebagai contoh perusahaan Bakrie Group turut ambil bagian dan kontribusinya yang cukup riil dalam pembangunan ekonomi di Indonesia baik mikro maupun makro. Dengan omset yang besar tentunya ikut memberikan devisa yang besar pula untuk anggaran negara. Di tengah ketidakpastian global terkait menurunnya nilai investasi dan lemahnya nilai tukar rupiah, UMKM dituntun untuk dapat terus bertahan dan menjadi solusi untuk memulihkan perekonomian. Ekspektasi dan optimisme dari semua pihak sangat dibutuhkan supaya sektor mikro melalui UMKM dapat terus maju dan berkembang di tengah perlambatan ekonomi global. Dan kedepan berharap Indonesia menjadi salah satu pelaku pasar yang dapat menguasai dunia dengan produk dan SDM yang berkualitas. Produk dan jasa kita dapat dinikmati oleh seluruh warga dunia dan yang terpenting angka kemiskinan di Indonesia dapat menurun dengan berkembangnya Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM) ini.
 
Penulis, Abdul Hafidz AR, S.IP, Pengamat Sosial, Alumni Jurusan Hubungan Internasional FISIP Universitas Riau, Wartawan RanahRiau.com
Berdomisili di Pekanbaru
kritik dan saran bisa disampaikan ke :putramelayu.enterprise@gmail.com
085263905088
 

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :