BAGAN BENIO, Sebuah Cerita Menanti Secercah Harapan Masa Depan
Penulis : Nazri Akir
RanahRiau.com- BAGAN BENIO, yaa.. mungkin saja kampung itu jarang terdengar namun ada dalam bagian Provinsi Riau, jika kita telaah kembali secara terminologi memiliki arti, yaitu (Bagan : Pondok) sedangkan (Benio : sebuah nama pohon kayu bornio/benio).
Berdasarkan informasi dari orang tetua kampung, orang yang pertama kali mengijakkan kakinya di tanah bagan benio adalah ALM JANI BIN SOAI dan SAMAD BIN MA’AKAL, dua sekawan ini mulanya berasal dari daerah tepian tukobun atau Mandau.
(Keterangan Foto : Bagan Benio, Keindahan Panorama Alam)
Dari beliau inilah tercetus nama bagan benio hingga sampai saat ini. Dengan seiringnya waktu keluarga beliau banyak yang berdatangan untuk tinggal di bagan benio demi memiliki kelangsungan kehidupan yang baru.
Dusun bagan benio terletak di desa tasik serai, kecamatan talang muandau, kabupaten bengkalis, Provinsi Riau. Masyarakat bagan benio sudah tinggal di situ sebelum Indonesia merdeka, masih berada dibawah kewedanaan kerajaan siak sri indrapura.
Di perkirakan masyarakat bagan benio sudah tinggal sejak tahun 1930 masehi, dimana kala itu kepala kampung atau penghulu adalah bapak mandak, sekitar tahun 1940 masehi di gantikan oleh bapak sudin, sekitar tahun 1950 di gantikan oleh bapak sodih (berdasarkan informasi dari orang tertua kampung).
Pada tahun 1957 melalui surat keputusan residen riau no 55/3/1957 tanggal 27 april di tanjung pinang di tunjuk lah bapak hasan sebagai pemangku jabatan kampung tasik serai mengantikan bapak sodih dengan pusat pemerintahan di bagan benio. lalu di pindahkan ke permukiman yang lebih ramai di daratnya, lebih tepat di km.33 tasik serai hingga saat ini.
Mata pencaharian disana adalah nelayan dan menderes, dengan kemampuan ekonomi yang dapat dikategorikan hanya cukup memenuhi kehidupan sehari hari itu, masyarakat disana tidak pernah mengenal menyerah.
kini, yang menjadi pertanyaan dari sebagian besar masyarakat disana adalah, kemana pemerintah kabupaten dan provinsi.? Tatkala kami membutuhkan bantuan untuk menyokong di sektor ekonomi.
Sekarang Masyarakat membutuhkan kebijakan Pemerintah agar Kehidupan masyarakat yang lebih baik kedepannya.
Sempat sekali waktu saya berdiskusi dengan pemerintah setempat, membahas terkait pembangunan desa ini, namun menurut pihak pemerintah, daerah bagan benio masuk dalam kawasan biosfer dan apabila dilakukan pembangunan akan berdampak pada kerusakan hutan.
kendati demikian, mestinya pemerintah mencari cara untuk memikirkan hal lain yang bisa membuat pemuda dan masyarakat disana bisa hidup dengan layak dan memiliki pekerjaan yang baik.
(keterangan Foto : Rumah Santai, Khas Bagan Bonio)
Menurut saya, ada beberapa aspek yang bisa di kelola pemerintah untuk membuka lapangan pekerjaan, diantaranya, bisa dibuatkan penangkaran ikan, peternakan darat dan juga sektor perhutanan dengan memberikan pelatihan konsorsium kelestarian hutan dari pemerintah provinsi Riau.
Dengan begitu, masyarakat bisa memiliki tambahan penghasilan dan pemuda disana bisa berkreasi untuk menghasilkan pendapatan untuk kelangsungan hidup sehari hari.
Jika masih dianggap tidak bisa juga, setidaknya pemerintah terkait memberikan program beasiswa kepada anak anak melanjutkan hingga perguruan tinggi, jika hal itu diterapkan, menurut saya, akan ada perbaikan dari sisi mutu SDM.
saya selaku mahasiswa yang lahir dari bagan benio sangat berharap kepada pemerintah agar kampung saya bisa lebih di perhatikan, karena kami adalah masyarakat yang tidak boleh ada pembedaan dari Pemerintah.
Berikan yang terbaik bagi masyarakat, karena kami juga bagian dari negeri ini.
Penulis : Nazri Akir
Lahir di BAGAN BENIO,Sedang kuliah di universitas Lancang kuning pekanbaru, Fakultas Hukum.


Komentar Via Facebook :