Festival Lampion Raksasa Dianggap Bukan Budaya Melayu, LAM Surati Gubri dan Angkat Bicara
LAM Riau mengirim surat pada Gubri Arsyadjuliandi Rachman. Meminta agar rencnana menjadikan Festival Kue Bulan jadi iven wisata Riau tak diwujudkan.
Pekanbaru, RanahRiau.com- Lembaga Adat Melayu (LAM) RIau menyurati Datuk Setia Amanah Ir Arsyadjuliandi Rachman selaku gubenur mempertanyakan rencana dijadikan Festival Lampion Raksasa Zhong Qiu atau Festival Kue Bulan menjadi iven tetap (kalender) pariwisata. Sayangnya, surat yang sifatnya internal itu beredar luas di media sosial (medsos).
Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat Melayu Riau, Datuk Seri H Al Azhar yang ditemui di ruang kerjanya, membenarkan surat itu dibuat oleh pihaknya. Namun sifatnya hanya internal. Isinya mempertanyakan kepada Gubernur Riau Arsyadjuliandi (Andi) Rachman tentang rencana menjadikan Pawai Lampion Raksasa menjadi kalender tetap pariwisata, layaknya Iven Bakar Tongkang di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).
"Itu memang surat resmi dari Lembaga Adat Melayu Riau kepada Datuk Setia Amanah Gubernur Riau Arsyadjulandi Rahman. Surat itu sifatnya internal. Tapi zaman sekarang sudah juga mengawal surat itu untuk tidak bocor pada publik," tuturnya.
Menurut Al Azhar, mengapa LAM Riau menyurati bukan menyampaikan persoalan itu secara lisan atau langsung, karena tentu terkendala oleh padatnya agenda Datuk Setia Amanah H Arsyadjuliandi Rachman selaku gubernur.
"Sesuai dengan bunyi surat itu, Lembaga Adat Melayu Riau mempertanyakan terkait kegiatan Festival Kue Bulan yang akan dibesarkan melalui agenda pariwisata, baiknasional maupun daerah. Latar belakangnya sederhana. Dalam surat itu kita contohkan ritual Bakar Tongkang. Kita setuju karena salah satu jualan wisata itu adalah keunikan,'' urainya.
Al Azhar menyebut, Bakar Tongkang itu hanya ada di Kota Bagansiapiapi, Rohil. Sepengetahuan Budayawan Riau ini iven Bakar Tongkang tidak ada di komunitas Tionghoa di belahan bumi mana pun. Ini berbeda dengan kegiatan Perayaan Zhong Qiu atau Festival Kue Bulan, ia ada juga di negara lain seperti Singapura.
"Nah kalau kita mengkapitalisasi dengan dana pemerintah, nanti membesar dan akan muncul pengaburan terhadap Visi Riau 2020, Riau the Homeland of Melayu dan Pariwisata Berbasis Budaya setempat yang selama ini dielu-elukan pariwisata dan stakeholder lainnya,'' tegas Al Azhar.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada Pawai Lampion Raksasa Zhong Qiu atau Festival Kue Bulan di Jalan Karet Pekanbaru, Sabtu malam (07/10/17) lalu, Gubernur Andi Rachman saat diwawancara wartawan menyatakan iven tersebut bisa saja menjadi iven pariwisata Riau.
"Bisa saja kita usulkan menjadi salah satu iven pariwisata yang ada di Provinsi Riau. Nanti kita bicarakan dengan Dinas Kebudayaan atau Dinas Pariwisata,'' kata gubernur sebelum melepas Pawai Lampion Festival Kue Bulan, ketika itu.
Sumber : Riauterkini.com


Komentar Via Facebook :