Retno Marsudi, Fokuskan PBB untuk lebih Efisien dan Mengurangi Birokrasi
"Fokus utamanya adalah menjadikan PBB ini lebih efisien dan mengurangi birokrasi," kata Menlu Retno di Markas Besar PBB di New York, Senin.
Isu reformasi di tubuh PBB menjadi salah satu agenda yang menjadi fokus Indonesia pada SMU PBB ke-72 kali ini. Menlu Retno mengemukakan bahwa Indonesia bersama sejumlah negara pada saat terjadi pergantian Sekjen PBB yang baru telah menyampaikan pandangan mereka mengenai reformasi PBB.
Walaupun banyak negara yang fokus kepada reformasi di Dewan Keamanan PBB, namun perlu juga dilakukan reformasi soal efisiensi. Banyak negara memiliki pemikiran yang sama dengan Indonesia dalam hal reformasi PBB karena PBB dianggap terlalu lambat dan tidak cukup tanggap dalam menghadapi perubahan dunia. Dengan mengatasi masalah efisiensi, diharapkan PBB bisa dengan cepat merespon situasi dunia yang dinamis.
Sekjen PBB Antonio Guterres menyatakan dukunganya kepada usulan
reformasi yang diusung oleh 128 negara anggota PBB. "Tujuan bersama kita
adalah PBB abad ke-21 yang lebih fokus ke masyarakat dan lebih sedikit
proses, namun lebih banyak hasil serta berkurangnya birokrasi," kata
Guterres pada pidato sambutannya.
Guterres juga menggarisbawahi
reformasi di sistem pembangunan PBB agar lebih terkoordinasi dan lebih
fokus ke masyarakat dan lebih akuntable sehingga dapat lebih baik
membantu negara-negara di dunia dan sejalan dengan 17 prioritas yang
terdapat di Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030.
Perwakilan
dari negara-negara di dunia bertemu di markas besar PBB di kawasan
Turtle Bay awal pekan ini guna membahas berbagai isu penting pada skala
global pada pertemuan tingkat tinggi di Sidang Majelis Umum (SMU) PBB
ke-72. Rangkaian kegiatan SMU PBB ke-72 sendiri telah dimulai pada
Selasa (12/9) sementara Debat Umum, yang akan dihadiri kepala
negara-negara anggota, pada SMU PBB tahun ini akan dibuka pada 19-29
September 2017.
(Republika.co.id)


Komentar Via Facebook :