Cari Gula Alternatif, Perusahaan Coca Cola adakan Sayembara 13 M

Cari Gula Alternatif, Perusahaan Coca Cola adakan Sayembara 13 M

RanahRiau.com-Kesadaran untuk membatasi konsumsi gula terus meningkat seiring dengan bertambahnya kesadaran konsumen akan pola makan sehat. Tak heran, banyak konsumen yang mulai mengurangi atau bahkan menjauhi minuman bersoda yang kaya akan kandungan gula.

Menyadari hal ini, Perusahaan Coca Cola terdorong untuk membuat perubahan dengan mengganti gula mereka dengan gula alternatif yang lebih sehat. Untuk itu, melalui sayembara Sweetener Challenge, Coca Cola menantang para konsumen untuk mengusulkan gula alternatif sesuai dengan kriteria yang mereka inginkan.

Kriteria gula alternatif yang diinginkan Coca Cola adalah gula alternatif yang alami, aman dan memiliki jumlah kalori yang lebih sedikit dari gula biasa atau bahkan tidak mengandung kalori sama sekali. Akan tetapi, gula alternatif ini juga harus memberikan sensasi manis gula ketika digunakan dalam minuman atau makanan.

Di samping itu, Coca Cola juga mengatakan bahwa gula alternatif ini tidak boleh mengandung atau diturunkan dari beragam spesies maupun bahan yang dilindungi secara internasional. Kriteria lain yang ditekankan Coca Cola adalah gula alternatif ini tidak mengandung atau diturunkan dari Stevia maupun Monk Fruit.

Coca Cola menggelar sayembara ini dengan hadiah yang sangat besar yaitu 1 juta dolar Amerika atau sekitar Rp 13,3 miliar. Hadiah ini akan diberikan kepada satu orang pemenang terpilih pada Oktober mendatang.

"Kami selalu mencari bahan yang lebih baru, lebih baik, dan kami tahu bahwa ide-ide luar biasa bisa datang dari manapun," ungkap Coca Cola SVP and Chief Innovation Officer Robert Long seperti dilansir Fox News.

Saat ini, Coca Cola sudah memiliki produk minuman bersoda yang dibuat dengan pemanis rendah kalori dan tanpa kalori. Akan tetapi kebutuhan konsumen yang terus bergerak dinamis mendorong Coca Cola untuk terus mencari bahan-bahan baru yang sesuai dengan selera dan gaya hidup para konsumen.

"Kami melihat apa yang konsumen inginkan dan (kami) segera melakukan penyesuaian," jelas CEO Coca Cola James Quincey pada Juli lalu.

(Republika.co.id)

 

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :