UEFA Tak akan Investigasi MAnchester City terkait Fair Play
"Tidak ada penyelidikan ke Manchester City terkait dengan peraturan Financial Fair Play. Setiap laporan yang menyebutkan penyelidikan semacam itu tidak berdasar," sebut pernyataan resmi UEFA, Senin (4/9).
LFP yang menjadi adminstrator liga di Spayol meminta otoritas sepak
bola Eropa tersebut untuk memeriksa kondisi keuangan kedua klub itu,
setelah keduanya masing-masing menghabiskan lebih dari 200 juta pound
(Rp 3,45 triliun) pada musim panas ini saja.
"Pendanaan oleh
negara yang dilakukan PSG dan Man City mendistorsi kompetisi-kompetisi
Eropa dan menciptakan spiral inflasi yang merusak industri sepak bola,"
kata presiden LFP Javier Tebas dalam pernyataan yang dirilis pada Senin
(4/9).
PSG dimiliki oleh Qatar Sports Investments sejak 2011 dan
City dibeli Abu Dhabi United Group pada 2008. Pada Agustus, Liga Spanyol
telah meminta kedua klub itu diperiksa, dengan mengatakan bahwa
keduanya memiliki sponsor-sponsor yang tidak masuk akal secara ekonomi
dan minim nilai yang adil.
UEFA membuka pemeriksaan formal pada
pekan lalu terhadap PSG untuk melihat apakah tranfer mereka melanggar
peraturan balik modal FFP.
"PSG terbiasa melakukan pelanggaran
dan telah melanggar regulasi-regulasi Financial Fair Play UEFA selama
bertahun-tahun," kata Tebas.
"Penting bahwa UEFA tidak hanya
melihat pada transfer-transfer pemain terkini, namun pada sejarah PSG
yang diwarnai ketidakpatuhan. Transfer-transfer semata-mata merupakan
hasil bertahun-tahun doping keuangan di PSG."
Klub
Prancis itu merekrut Neymar dari Barcelona dengan memecahkan rekor
transfer dunia yakni 222 juta euro, sedangkan Manchester City membeli
sejumlah pemain termasuk Bernardo Silva, Kyle Walker, dan Benjamin Mendy
yang total bernilai 215 juta pound, lebih banyak dari jumlah klub-klub
lain yang dihabiskan dalam satu bursa transfer.
(Antara.com)


Komentar Via Facebook :