Kereen.... Startup ini meramu Shampo berdasarkan Algoritma Konsumen
RanahRiau.com- Sebuah perusahaan rintisan (startup) memfokuskan usahanya untuk meramu sampo. Function of Beauty mencoba mengatasi masalah konsumen untuk mendapatkan rambut yang lebih baik.
Perusahaan rintisan berbasis di New York itu memungkinkan Anda membuat sampo dan kondisioner sesuai dengan jenis dan tujuan rambut Anda. Jika Anda menginginkan rambut yang halus dan berkilau, misalnya, maka Anda akan memberitahu sejumlah informasi kepada perusahaan ini dan mereka akan meracik ramuan khusus untuk melawan rambut keriting.
Function of Beauty diluncurkan pada Oktober lalu. Kendati usianya kurang dari satu tahun, perusahaan yang berada di bawah naungan Y Combinator ini telah sukses besar.
Dilansir dari Business Insider pada Ahad (2/7), perusahaan tersebut memiliki modal 12 juta dolar Amerika Serikat (setara Rp 159 miliar), termasuk suntikan tambahan sebesar 9,5 juta dolar AS (Rp 126 miliar) pada Maret lalu.
CEO Function of Beauty Zahir Dossa mengatakan perusahaan yang ia dirikan sudah mulai mendatangkan keuntungan. Sayangnya, Dossa enggan mengungkapkan pendapatan bulanannya. Namun, seorang yang berada di lingkaran perusahaan mengungkapkan perusahaan kini bernilai 110 juta dolar AS (Rp 1,465 triliun).
Gagasan untuk membuat produk rambut sesuai karakteristik konsumen merupakan hasil studi Dossa di Intistitut Teknologi Massachusetts (MIT). Saat mengerjakan disertasinya, yang berfokus pada rantai nilai pengoptimalan dan e-commerce, Dossa mulai mempelajari industri yang berbeda.
Dossa menilai adalah industri yang paling berkembang pesat adalah bisnis kecantikan. "Yang paling menarik, bahkan, rantai nilai bisnis kecantikan belum berubah selama 100 tahun terakhir," kata Dossa.
Namun, Dossa menuturkan, selalu ada perantara dalam bisnis kecantikan. Karena itu, dia memutuskan membangun perusahaan yang menjual langsung produk kecantikan kepada konsumen.
Dia memfokuskan produknya pada perawatan rambut. Sampo dan kondisioner merupakan produk kecantikan yang paling beragam karena ada berbagai jenis rambut.
Dossa pun menyimpulkan hal itu berarti kemungkinan terus-menerus melahirkan produk baru. Setidaknya, perusahaan yang dirintis oleh Dossa bisa menciptakan 12 miliar sampo berdasarkan kombinasi bahan yang berbeda.
Begini cara kerjanya: Anda memulai dengan mengikuti kuis di situs web Function of Beauty tentang rambut anda. Dengan melakukan ini, anda sedang membangun profil rambut anda. Perusahaan akan menyimpan profil ini sehingga anda dapat dengan mudah menyusun ulang lebih banyak produk.
Anda akan menjawab pertanyaan tentang jenis rambut, struktur rambut, dan kelembaban kulit kepala anda. Selanjutnya, anda akan memilih lima keinginan akan rambut seperti volume, kondisi kelemababan, dan panjang. Anda juga akan diminta memilih warna dan aroma yang anda inginkan dalam sampo dan kondisioner.
Setelah itu, Function of Beauty akan menyusun algoritma berdasarkan pilihan anda. Kemudian, perusahaan ini akan meracikan ramuan sampo khusus sesuai dengan algoritma tersebut.
"Jika kami tahu profil rambut seseorang dan apa yang mereka inginkan maka data itu dapat menghasilkan ramuan unik bagi setiap orang," kata Dossa.
Selanjutnya, Function of Beauty akan mengirimkan produk kepada pelanggan. Jika pelanggan tidak menyukainya mereka bisa mengirimkannya kembali. Perusahaan akan membuat ramuan berdasarkan formula baru secara gratis.
Tantangan pengembangan Function of Beauty, yaitu membangun hubungan dengan ritel tradisional atau toko fisik. "Pertanyaannya adalah, bagaimana kami menyeimbangkan pertumbuhan online yang berlangsung cepat dan masih terus diupayakan meningkat namun juga tuntutan menghadirkan produk di ritel," ujar Dossa.
(Republika.co.id)
Perusahaan rintisan berbasis di New York itu memungkinkan Anda membuat sampo dan kondisioner sesuai dengan jenis dan tujuan rambut Anda. Jika Anda menginginkan rambut yang halus dan berkilau, misalnya, maka Anda akan memberitahu sejumlah informasi kepada perusahaan ini dan mereka akan meracik ramuan khusus untuk melawan rambut keriting.
Function of Beauty diluncurkan pada Oktober lalu. Kendati usianya kurang dari satu tahun, perusahaan yang berada di bawah naungan Y Combinator ini telah sukses besar.
Dilansir dari Business Insider pada Ahad (2/7), perusahaan tersebut memiliki modal 12 juta dolar Amerika Serikat (setara Rp 159 miliar), termasuk suntikan tambahan sebesar 9,5 juta dolar AS (Rp 126 miliar) pada Maret lalu.
CEO Function of Beauty Zahir Dossa mengatakan perusahaan yang ia dirikan sudah mulai mendatangkan keuntungan. Sayangnya, Dossa enggan mengungkapkan pendapatan bulanannya. Namun, seorang yang berada di lingkaran perusahaan mengungkapkan perusahaan kini bernilai 110 juta dolar AS (Rp 1,465 triliun).
Gagasan untuk membuat produk rambut sesuai karakteristik konsumen merupakan hasil studi Dossa di Intistitut Teknologi Massachusetts (MIT). Saat mengerjakan disertasinya, yang berfokus pada rantai nilai pengoptimalan dan e-commerce, Dossa mulai mempelajari industri yang berbeda.
Dossa menilai adalah industri yang paling berkembang pesat adalah bisnis kecantikan. "Yang paling menarik, bahkan, rantai nilai bisnis kecantikan belum berubah selama 100 tahun terakhir," kata Dossa.
Namun, Dossa menuturkan, selalu ada perantara dalam bisnis kecantikan. Karena itu, dia memutuskan membangun perusahaan yang menjual langsung produk kecantikan kepada konsumen.
Dia memfokuskan produknya pada perawatan rambut. Sampo dan kondisioner merupakan produk kecantikan yang paling beragam karena ada berbagai jenis rambut.
Dossa pun menyimpulkan hal itu berarti kemungkinan terus-menerus melahirkan produk baru. Setidaknya, perusahaan yang dirintis oleh Dossa bisa menciptakan 12 miliar sampo berdasarkan kombinasi bahan yang berbeda.
Begini cara kerjanya: Anda memulai dengan mengikuti kuis di situs web Function of Beauty tentang rambut anda. Dengan melakukan ini, anda sedang membangun profil rambut anda. Perusahaan akan menyimpan profil ini sehingga anda dapat dengan mudah menyusun ulang lebih banyak produk.
Anda akan menjawab pertanyaan tentang jenis rambut, struktur rambut, dan kelembaban kulit kepala anda. Selanjutnya, anda akan memilih lima keinginan akan rambut seperti volume, kondisi kelemababan, dan panjang. Anda juga akan diminta memilih warna dan aroma yang anda inginkan dalam sampo dan kondisioner.
Setelah itu, Function of Beauty akan menyusun algoritma berdasarkan pilihan anda. Kemudian, perusahaan ini akan meracikan ramuan sampo khusus sesuai dengan algoritma tersebut.
"Jika kami tahu profil rambut seseorang dan apa yang mereka inginkan maka data itu dapat menghasilkan ramuan unik bagi setiap orang," kata Dossa.
Selanjutnya, Function of Beauty akan mengirimkan produk kepada pelanggan. Jika pelanggan tidak menyukainya mereka bisa mengirimkannya kembali. Perusahaan akan membuat ramuan berdasarkan formula baru secara gratis.
Tantangan pengembangan Function of Beauty, yaitu membangun hubungan dengan ritel tradisional atau toko fisik. "Pertanyaannya adalah, bagaimana kami menyeimbangkan pertumbuhan online yang berlangsung cepat dan masih terus diupayakan meningkat namun juga tuntutan menghadirkan produk di ritel," ujar Dossa.
(Republika.co.id)


Komentar Via Facebook :