Inggris Gandeng Prancis dalam Kerjasama Memberantas Materi Teror

Inggris Gandeng Prancis dalam Kerjasama Memberantas Materi Teror

Paris, RanahRiau.com- Perdana Menteri (PM) Inggris, Theresa May mengunjungi Prancis untuk bertemu dengan Presiden baru negeri Mode, Emmanuel Macron. Dari pertemuan tersebut, kedua orang penting itu sepakat untuk membuat peraturan baru guna mendeteksi potensi tindak terorisme melalui internet.

Dilansir Daily Mail, Rabu (14/6/2017), PM May dan Presiden Macron sepakat membentuk peraturan baru yang ditujukkan untuk beberapa perusahaan layanan media online seperti Google, Facebook dan Twitter. Perusahaan-perusahaan tersebut diminta untuk berperan aktif dalam menurunkan materi teror. Dan apabila mereka gagal melakukan hal tersebut maka akan ada sanksi atau hukuman yang menanti.
"Hari ini kami mengumumkan bahwa Inggris dan Prancis akan bekerjasama untuk mendorong perusahaan media sosial untuk berbuat lebih banyak dan mematuhi tanggungjawab sosial mereka terutama untuk menghapus konten berbahaya dari jaringan mereka. Kami meluncurkan kampanye gabungan Inggris-Prancis untuk memastikan bahwa internet tidak dapat disalahgunakan oleh teroris dan penjahat, serta digunakan untuk menyebarkan ideologi radikal," papar May.

Sebelum menyampaikan pengumuman tersebut, sempat terjadi insiden memalukan pada PM May. Perempuan berusia 60 tahun itu kehilangan kertas yang akan ia gunakan sebagai panduan konferensi pers. Namun, dengan cepat May mengambil kertas miliknya yang terbang terkena angin itu sembari melempar senyum ke para wartawan.

Kunjungan May ke Paris berlangsung setelah ia menemui perwakilan Partai Democratic Unionist Irlandia Utara (DUP) yang disebutnya sebagai kawan dan sekutu. Sebagaimana diketahui, Theresa May menyatakan tidak berniat untuk mundur menyusul hasil buruk yang diperoleh Partai Konservatif-nya dalam pemilihan umum (pemilu) Inggris, Jumat, 8 Juni. Ia mengatakan akan bekerja sama dengan DUP atas kondisi tersebut.

(Okezone.com)

 

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :