Tiga Warga Sipil afghanistan tewas di Tangan Tentara Amerika
Kabul, RanahRiau.com- Sebanyak tiga warga sipil Afghanistan tewas pada Senin (12/6). Warga
sipil itu tewas di tangan tentara Amerika Serikat (AS) yang melepaskan
tembakan usai kendaraan mereka diserang bom di pinggir jalan. Informasi
tersebut disampaikan oleh seorang pejabat di provinsi Nangarhar timur.
Tiga
warga sipil tersebut terdiri dari seorang pria dan kedua putranya yang
tewas di rumah mereka di Ghani Khel, sebuah distrik di selatan
Nangarhar, perbatasan Pakistan.
“Setelah ledakan bom menimpa mereka, pasukan AS itu kemudian mulai
menembak dan membunuh satu orang dan dua anaknya di dekat mereka,” kata
juru bicara gubernur provinsi tersebut, Attaulah Khogyani, Senin (12/6).
Menurut
data dari PBB, korban sipil telah mencapai rekor tertinggi saat
pertempuran menyebar ke lebih banyak wilayah di Afghanistan. Komando
militer AS mengatakan sedang menyelidiki laporan tersebut.
Sementara
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani yang biasanya kurang vokal daripada
pendahulunya Hamid Karzai, secara terbuka mengkritik militer AS. Karena
pasukan tersebut terlibat dalam insiden tewasnya warga sipil.
Pada
Sabtu, tiga tentara AS terbunuh dan satu terluka ketika seorang tentara
Afghanistan menembaki mereka di Nangarhar. Di sana pasukan elite AS
telah membantu tentara Afghanistan memerangi kelompok militan ISIS.
Pada akhir pekan ini, sebuah serangan udara AS di Afghanistan selatan juga menewaskan setiddaknya tiga polisi Afghanistan dan melukai beberapa lainnya selama operasi gabungan.
Tentara AS dan Afghanistan telah memerangi militan di Provinsi Nangarhar selama berbulan-bulan. ISIS atau di Afghanistan dikenal sebagai Daesh, telah membentuk sebuah benteng di wilayah tersebut, yang berbatasan dengan Pakistan.
Pejabat militer AS memperkirakan terdapat sekitar 600 sampai 800 milisi ISIS di Afghanistan yang kebanyakan di Nangarhar. Provinsi lainnya yang juga diduduki ISIS adalah Provinsi Kunar.

Komentar Via Facebook :