Paripurna Sempat Molor sampai 2 Jam, ternyata ini alasannya...
Ilustrasi Paripurna
Pekanbaru, RanahRiau.com- Sebagai antisipasi dan penanggulangan bencana, serta mempermudah investor melakukan penanaman modal di Riau, pihak DPRD Riau menggelar dua paripurna sekaligus, yakni penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Ranperda tentang pemberian insentif dan kemudahan penanaman modal serta, Raperda tentang penanggulangan bencana alam, Kamis (8/6).
Namun sebelum rapat paripurna tersebut dimulai, anggota dewan mengkritik pimpinan, atas jalannya paripurna yang berlangsung, karena terjadi molor yang cukup lama. Apalagi hal tersebut bukan sekali itu saja terjadi, namun sudah terjadi beberapa kali sebelumnya, hingga membuat anggota dewan gerah.
Sempat dimulai oleh Wakil Ketua DPRD Riau, Sunaryo sebagai pimpinan rapat, dan memastikan jumlah anggota Dewan yang hadir, yaitu berjumlah 26 orang dari 64 anggota Dewan. Setelah ditunggu beberapa waktu, jumlah anggota Dewan yang hadir mencapai 29 orang.
"Untuk sementara ini, kita skors dan kita tunda selama 1 jam. Insya Allah, jam 12.00 WIB nanti kita buka kembali," ungkap Sunaryo.
Salah seorang anggota DPRD Riau, Supriati mengatakan, rapat paripurna seharusnya sudah dimulai sesuai dengan jadwal, yakni pukul 10.00 WIB, namun sudah hampir pukul 12.00 WIB paripurna tersebut baru dimulai.
Seharusnya menurut dia pimpinan mesti tegas untuk membuka paripurna terlebih dulu, dan walau pun paripurna tersebut akan ditunda atau diskors nantinya, yang pastinya paripurna sudah dibuka dan dilaksanakan sesuai dengan jadwal.
“Rapat seharusnya sudah dimulai jam 10.00. Seharusnya kita disiplin dengan waktu yang ditentukan, kalau mulai jam 10 laksanakan langsung, jangan ditunda-tunda, minimal pimpinan buka saja dulu paripurnanya,” ujar Supriati menyampaikan interupsinya.
Dikatakannya, dalam aturan tatib sudah jelas, jika paripurna tidak kuorum, maka paripurna tersebut bisa diskors, dan jika masih tidak kuorum, maka selanjutnya bisa dilanjutkan dikemudian hari.
Menurutnya, hal tersebut akan membuat citra di DPRD Riau menjadi tidak baik karena tidak disiplin dan tidak komitmen akan waktu. Karena itu, ia meminta agar kedepannya tidak lagi teradi hal yang sama.
“Kalau masih belum kuorum, bisa dilanjutkan kemudian hari, dan diagendakan lagi dalam rapat badan Musyawarah (Banmus), ada mekanismenya dan itu sudah ada aturannya dalam tatib, tinggal menjalankan,” imbuhnya usai slparipurna.
Sementara itu, Ketua Fraksi Gerindra-Sejahtera, Husni Thamrin, dalam paripurna mengatakan, jika ingin menskorsing paripurna, Pimpinan Rapat harus membuka paripurna secara resmi terlebih dahulu. "Dibuka resmi, baru diskors," kata Husni Thamrin dalam interupsinya.
"Kalau buka secara resmi, kita kedatangan Pak Gubernur dulu. Kita tidak boleh tidak ada Pak Gubernur. Jadi kita tunggu Pak Gubernur dulu kalau seperti itu," jawab Sunaryo.
Rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Riau Sunaryo, hadir juga Ketua DPRD Riau Septina Primawati, serta 36 anggota dewan yang hadir dari total 64 dewan. Sementara, dari pihak Pemprov Riau dihadiri oleh Wakil Gubernur Riau Whan Thamrin Hasyim beserta jajaran Forkopimda Lingkup Pemprov setempat.
(TribunNews.com)


Komentar Via Facebook :