Lakukan Pelatihan Pengawas Menelan Obat (PMO)

Community TB-HIV Care Aisyiyah semakin eksis di Masyarakat

Community TB-HIV Care Aisyiyah semakin eksis di Masyarakat

Pekanbaru, RanahRiau.com-  Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Pekanbaru melalui Community TB-HIV Care ‘Aisyiyah Sub-Sub Recipient Kota Pekanbaru melaksanakan pelatihan pengawas menelan obat (PMO) bagi keluarga atau pun kerabat pasien penderita penyakit TB di Aula Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah Riau pada tanggal 30-31 mei 2017.

Lembaga yang bertanggung jawab melaksanakan program penanggulangan TB yang berbasis komunitas dengan strategi melibatkan seluruh masyarakat dalam mengembangkan struktur kegiatan yang dapat menjadi kekuatan masyarakat untuk mengendalikan TB secara mandiri. Strategi kemandirian ini dicapai melalui pelibatan masyarakat dalam aspek pencegahan dan pengobatan TB yang mendapat dukungan lintas sektor melalui kegiatan yang berbasis masyarakat.

Pelatihan pengawas menelan obat (PMO) ini adalah salah satu bentuk kegiatan ‘Aisyiyah untuk mengembangkan kekuatan masyarakat karena menghasilkan anggota masyarakat yang mampu mengawasi proses pengobatan sehingga dapat mengendalikan TB secara mandiri. Penyakit TB atau Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberkulosisi yang dapat menular melalui dahak yang mengandung kuman TB, yang terpercik keudara karena batuk atau pun bersin dan terhirup kedalam saluran pernapasan orang yang sehat.

Tuberkulosis bisa juga menyerang organ tubuh lainnya seperti Tuberkulosis Paru, Tuberkulosis Kelenjer, Tuberkulosis Kulit, Tuberkulosis Tulang, dan Tuberkulosis Selaput Otak.
Tuberkulosis ini dapat dicegah melaui, pengobatan pasien Tuberkulosis hingga sembuh, menutup mulut saat batuk dan bersin, buanglah dahak dan ludah ditempat yang benar, menjaga ventilasi udara dan imunisasi BCG pada bayi. Maka dari ini langkah langkah pencegahan merupakan instrumen penting dalam penanggulangan paparan TB di masyarakat ini.

Menurut Koordinator Program, Riki Riandi, saat memberikan keterangan kepada pewarta RanahRiau.com, program ini merupakan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat berprilaku hidup sehat, "Kami Community TB-HIV Care ‘Aisyiyah Sub-Sub Recipient Kota Pekanbaru terus berupaya agar masyarakat dapat mencegah paparan penyakit TB di masyarakat melalui prilaku hidup bersih, sehat dan kampanye hidup sehat, Serta upaya kampanye ini kami terus lakukan melalui program –program kita sebelumnya, seperti penyuluhan oleh tokoh agama/ tokoh masyarakat di fasilitas ibadah mereka dan penyuluhan oleh kader –kader TB di masyarakat sekitarnya dengan melibatkan Pemerintah Kecamatan, Kelurahan, RT/ RW dan pihak Fasilitas Kesehatan, yang disambut baik oleh masyrakat.” ujarnya.

Selain itu Tuberkulosis dapat disembuhkan melalui pengobatan selama 6-9 bulan yang harus meminum obat hampir setiap hari dan tidak boleh putus minum obat, serta obat mempunyai dampak efek samping yang tidak perlu dikhawatirkan, karena ada beberapa efek samping yang akan dirasakan. Ketika efek samping dirasakan dapat  konsultasi ke fasilitas kesehatan yang tersedia seperti Puskesmas. Pengobatan TB  harus mendapat dukungan semua pihak terutama orang yang dekat dengan pasien. Maka dari itu untuk mensukseskan pengobatan TB  harus ada pengawasan menelan obat yang berasal dari otrang yang dekat dengan pasien TB yang berperan untuk mengawasi dan mendampingi pengobatan pasien TB hingga dinyatakan sembuh oleh tenaga kesehatan. Pengawasan obat sangat penting sekali untuk kesembuhan pasien. oleh karena itu,  Community TB-HIV Care ‘aisyiyah Sub-Sub Recipient Kota Pekanbaru melakukan Pelatihan Pengawas Menelan Obat guna mensukseskan Pasien dapat sembuh secara total dan TB dapat bebas dari Kota Pekanbaru, "Kami menghimbau agar semua seluruh elemen masyarakat dapat ambil andil dan peduli dalam penanggulangan penyakit TB dimasyarakat untuk menuju Pekanbaru bebas TB dan penyakit TB tidak perlu ditakuti karena TB dapat disembuhkan “tambahnya (Fiz)

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :