Ruangan Sidang DPRD Pelalawan dikuasai Puluhan Pelajar SMP
PangkalanKerinci, RanahRiau.com- Mendadak ruangan sidang paripurna DPRD Pelalawan dikuasai oleh puluhan Siswa SMP, Senin (22/5/17). Bahkan dari 35 kursi DPRD sebagian siswa tidak mendapat kebagian tempat duduk.
Untuk mengatasinya, secara bergantian, diantara mereka, mencoba tempat duduk yang sudah ada nama pemilik masing-masing anggota DPRD Pelalawan. Demikian terungkap saat puluhan siswa kelas 8 SMP Plus Mutiara Harapan PT RAPP berkunjung ke kantor DPRD Pelalawan.
Kunjungan siswa SMP Plus Mutiara Harapan PT RAPP yang didampingi oleh dua orang guru mereka bertujuan untuk mengaplikasikan ilmu yang ditimba disekolah. Kunjungan para siswa SMP Plus ini disambut langsung oleh Rustam Sinaga anggota DPRD dari Komisi 1.
Tak menunggu waktu lama untuk menggelar pertemuan dengan puluhan pelajar SMP yang mayoritas anak karyawan PT RAPP dari beberapa negara tersebut, setelah dijelaskan maksud dan tujuan kedatangan mereka ke kantor wakil rakyat yang ingin mengetahui soal kinerja anggota DPRD serta seputaran tentang DPRD dan hubungannya dengan lembaga pemerintah lainnya.
"Jadi puluhan siswa dari SMP Plus Mutiara Harapan datangi kantor DPRD Pelalawan ini, karena mereka mau mengetahui sejauh mana kinerja DPRD serta hubungan nya dengan lembaga pemerintah lainnya seperti Judikatif, Eksekutif dan Legislatif, sebab dalam pelajaran mereka ada materi tentang Kedaulatan Rakyat dan didalamnya ada Lembaga DPRD, jadi supaya lebih tau apa itu DPRD maka mereka berkunjung ke kantor rakyat DPRD Pelalawan dan kita sambut baik kedatangan mereka," terang Rustam Sinaga.
"Sempat bingung sih menghadapi dan menjawab pertanyaan mereka yang kita nilai cukup kritis, jadi tadi ada siswa bule (anak Ekspatriat) menayakan soal APBD kita berapa, dan kenapa Infrastruktur di Pangkalan Kerinci kurang terurus, apa karena pejabatnya yang korup seperti di televisi sehingga pembangunan didaerah tidak maksimal," kata Rustam.
Mendengar pertanyaan tersebut, Rustam dengan hati-hati menjelaskan kepada siswa tersebut agar mereka paham dan tidak berfikir negatif tentang prilaku oknum pejabat pemerintah agar tidak sama dengan yang diberitakan miring oleh media dirinya menjelaskan kalau saat ini Kabupaten Pelalawan memiliki anggaranbelanja daerah kisaran 1.5 triliun tahun ini, dan kenapa infrastruktur di Pangkalan Kerinci tidak maksimal pembangunannya dijelaskan bahwa Pelalawan memiliki 12 kecamatan yang harus dibagi anggaran untuk pembangunan yang dianggarkan lewat APBD.
"Jadi kabupaten Pelalawan memiliki 12 Kecamatan salah satunya Kecamatan Pangkalan Kerinci, dan anggaran sebesar Rp 1.5 Triliun itu dibagi untuk kebutuhan kegiatan di dua belas kecamatan, dan ditambah untuk kebutuhan lain seperti gaji pegawai dan lainnya, mungkin dari total anggaran yang ada sekitar 40 persen saja untuk kegiatan infrastruktur bukan untuk pangkalan kerinci saja kecamatan di Kabupaten Pelalawan," terang Rustam mejelaskan.
Selanjutnya ada juga yang mempertanyakan hubungan DPRD dengan lembaga lainnya yang sudah dijelaskan oleh Rustam dengan bahasa Inggris karena percakapan mereka terlihat dengan menggunakan bahasa inggris, acara pertemuan itu di akhiri dengan mengelilingi setiap sudut ruangan sekaligus mengenakan kepada siswa setiap ruangan untuk apa-apa sampai mereka paham.
Sementara itu Jhoni Anto Panjaitan selaku Guru PKN SMP Plus Mutiara Harapan ketika dikonfirmasi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memang ada dalam pelajaran mereka, selain itu saat proses belajar mengajar di sekolah itu memang di utamakan praktek langsung di lapangan seperti yang dilakukan nya sekarang.
"kita menerapkan Sekolah yang bersifat pembelajaran kontekstual dan dalam pelajaran ini anak_anak harus dibawa kelapangan, seperti anak kelas 8 yang sekarang ini mereka ada materi kedaulatan rakyat dan dalam materi itu ada lembaga DPRD di sana yang mereka harus pahami, makanya kita ajak langsung anak didik kita dibawa ke DPRD supaya mereka lebih paham dan puas," tandas Anto Panjaitan.
(RiauTerkini.com)


Komentar Via Facebook :