Jefrizal, Sosok Aktivis yang malang melintang di Dunia Pergerakan

Jefrizal, Sosok Aktivis yang malang melintang di Dunia Pergerakan

RanahRiau.com- Menjadi penyambung lidah Rakyat Riau terkait carut-marut negeri dan ketidakadilan yang merajalela memang sudah tidak asing bagi beliau, Hampir sepuluh tahun menjadi parlemen jalanan hingga Hearing dan Audensi dengan Tokoh-Tokoh Riau, baik Para petinggi eksekutif negeri ini, Yudikatif bahkan Legislarif. Karna itu adalah cita-cita serta kerjanya yang sudah tertancap dalam sanubari, sejak mengenal Arti sebuah perjuangan dan Pergerakan. Pernah Bermandikan darah melawan pengusaha developer terkait penagihan janji dan Pembangunan Mushalla, jalan perumahan serta pengapian pada tahun 2011. Pernah menjadi boronan Premanisme maupun Aparat kepolisian dalam memperjuangkan Hak Ulayat, baik daerah Tapung-kampar hingga di Kep.Meranti, Namun semua itu merupakan Tindakan nyata dan Berbuat tanpa lelah untuk Keluarga, Masyarakat adalah tujuan hidup yang harus Optimis dan Konsisten menjalankannya. Bermimpi ingin sejarah hidupnya akan di catat dalam buku Perjuangan Anak Melayu Riau yang selalu Bermandikan darah memperjuangkan Hak-hak rakyat, "Itu semua saya lakukan untuk berjuang dan meminta pembuktian "Equallity before the law" Kesamaan hak antara konglemerat dan kaum Riau melarat, mengangkat harkat dan martabat didepan Hukum secara berkeadilan" ujarnya.

Setelah beberapa tahun menekuni Parlemen jalanan akhirnya beliau ikut mengkritisi Transparansi kinerja beberapa pemerintah kabupaten dan propinsi melalui Gugatan Komisi Informasi Publik Riau, "Hampir setahun bergelut di Dunia gugatan namun selalu gagal dan kurang efektif melawan serta meluruskan birokrasi dan administrasi kepemerintahan karna terindikasi ada permainan dibelakang layar oleh petinggi-petinggi negeri ini" tambahnya.

Putaran arah pergerakan pun kembali ke sistem Gerakan awal yaitu, mengkritisi lewat penyampaian secara berkelompok atau aksi demonstran. Membangun Organisasi Fokus keadilan dan dunia kepemerintahan(LSM Koppas Riau). Kemudian melihat nilai kebudayaan, persatuan & kesatuan Masyatakat Riau mulai luntur akibat pengaruh luar yang terlalu laju akhirnya bersama rekan-rekan membentuk OKP DPP Laskar Muda Melayu Riau(DPP LM2R). Sebagai benteng Kekuatan Nilai kebudayaan di Negeri lancang kuning ini. Baginya Kekayaan dan kepuasan hidup ketika telah berjuang bersama pemuda dan masyarakat tanpa ada kata mundur. Sejak 2007 hingga 2017 beliau masih menggeluti kebiasaan itu, baginya Menjadi menjadi parlemen jalanan di Era Demokrasi setengah hati Tidak ada kata pensiun dan akan terus berbuat Responsif terhadap persoalan masyarakat dan Berusaha selalu tegar mwnghadapi masalah adalah kebiasaannya. bekerja tidak mengenal lelah, Baik dunia buruh, Dunia kepemerintahan yang jarang sekali pemerintah merasa aman ketika berhadapan dengan Beliau, Dari tingkat desa hingga tingkat propinsi. Dari perusahaan kecil hingga perusahaan raksasa, itulah ia dan sekali lagi, prinsip mati adalah sebuah kepastian, "Beruntunglah manusia yang mati dalam catatan Perjuangan membela hak2 rakyat yang terzalimi", pungkasnya. (fiz)

 

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :