Diisi 1.870 Tahanan, Menkumham Sebut Over Capacity 600 persen

Diisi 1.870 Tahanan, Menkumham Sebut Over Capacity 600 persen

Pekanbaru, RanahRiau.com-Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly sebut, Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B yang ada di Jalan Sialang Bungkuk sudah over kapasitas 600 persen. Dimana, dari 300 jumlah ideal dijajal menjadi 1.870 tahanan.

Menkumham menyebutkan, penempatan tahanan di antara sel-sel di Rutan Sialang Bungkuk, ada sengaja ditumplek dalam jumlah yang banyak. Kemudian parahnya lagi, Yasonna menyatakan oleh oknum petugas Lapas yang tak bertanggung jawab dimanfaatkan untuk 'menjual belikan' kamar tahanan.
"Ada tindakan tak bertaggung jawab dari staf, ada pemerasan. Sengaja dibiarkan keadaan begitu padat untuk diperas. Ada juga ulah oknum yang sengaja memasang tarif antar blok yang masing-masing ada nilai. Kemudian yang mau nelpon juga ada tarifnya," kata Yasonna, Ahad (7/5/17).

Khusus terkait soal over kapasitas daya tampung tahanan tersebut, menurut Menkumham, memang jadi persoalan di Indonesia.

Tapi hal itu tak boleh jadi alasan. Karena, Kepala Rutan harusnya dari awal sudah mampu mendeteksi dengan mendistribusi ke tahanan atau Lapas lain.

Meski begitu, di Riau secara umum, over kapasitas tahanan juga juga menjadi persoalan. Dari data yang disampaikan Yasonna, dengan dua ribu kapasitas tahanan yang ada di Riau sudah diisi sebanyak 10 ribu tahanan.

Dengan begitu, maka kapasitas jumlah tahanan di Riau secaa umum terjadi over kapasitas sebesar 500 persen. Yasonna juga menyebut, selain Rutan di Pekanbaru, sejumlah Rutan dan Lapas di Riau seperti Bangkinang dan Bagansiapi-api kondisinya juga sama-sama menyedihkan.

"Karena itu, mau tidak mau harus ada penambahan bangunan disini. Kita coba lihat anggaran yang tapi yang utama, kebijakan reformasi terutama pejabat yang memeras. Seperti yang ingin bertamu," ungkap Yasonna.

Di sisi lain, Yasonna juga menyebutkan dari total 400-an tahanan yang melarikan diri tinggal 179 tahanan masih belum ditangkap. Memang diantaranya ada yang menyerahkan diri. Karena itu, Yassona menghimbau agar tahanan yang masih diluar agar segera kembali ke Rutan.

"Kita berharap yang masih diluar dari pada ditangkap, dikejar-kejar sama polisi, lebih baik menyerahkan diri. Keluhan mereka saya sudah dengar," ujar Yasonna.


(RiauTerkini.com)

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :