Sikapi Kaburnya Napi Sialang Bungkuk
Ade Hartati : Semua Pihak Harus Koreksi, Termasuk Pemerintah Provinsi
Pekanbaru, RanahRiau.com- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, Ade Hartati, sangat Prihatin atas Kejadian kaburnya Ratusan Penghuni Lapas Sialang Bungkuk Pekanbaru yang terjadi pada hari jumat lalu. Menurutnya, ada beberapa hal yang harus menjadi evaluasi Pemerintah dan Juga pihak Terkait untuk memperbaiki sistem pengamanan di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tersebut. Hal ini Dikatakan nya kepada pewarta ranahriau.com melalui pesan Whatsapp, Sabtu (6/5/2017).
Tidak hanya itu, Tokoh dan Pemerhati Perempuan Riau Ini juga menilai, bahwa kaburnya Tahanan, memberi Isyarat akan kurangnya perhatian pemerintah dalam memperlakukan Narapidana (Napi) secara manusiawi.
"Refleksi dari kaburnya ratusan tahanan di Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru, Memberi isyarat nyata kepada pemerintah akan kurangnya perhatian dan fasilitas bagi para tahanan yang tentunya juga ingin diperlakukan secara manusiawi," Jelasnya.
selain itu juga, Masih dalam pengamatannya, Perbaikan kondisi di Rutan sudah seharusnya dilakukan segera oleh Pemerintah Pusat dan berkordinasi dengan Pemerintah Daerah (dalam hal ini Pemrov Riau), mengingat kapasitas Rutan yang sudah tidak mencukupi.
"Kapasitas rutan yang melebihi dari sesungguhnya menunjukan kepada kita bahwa masih tingginya angka kejahatan yang salah satu faktornya atau malah sebagai penyebab utama adalah karna adanya desakan ekonomi, dan kurangnya lapangan pekerjaan." Imbuh dia.
Untuk itu, Kata dia, perlu adanya langkah kongkret dan Campur Tangan (intervensi,red) langsung dari Pemrov Riau dengan cara menjalankan program pembangunan yang bertujuan menggerakan roda ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan secara simultan dan berkesinambungan.
"Bicara tentang kesejahteraan, mustahil rasanya jika tidak dimulai dari pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan guna menjadikan insan yang handal dan bertanggung jawab, dan harus diprogramkan secara konsisten setiap tahunnya dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat (termasuk dunia usaha)
Masih Dijelaskan dirinya, Bahwa Pembangunan sumber daya manusia diharapkan dapat membantu meningkatnya tingkat kesejahteraan dan berimplikasi pada kondisi sosial yang stabil dari semua sisi ( ekonomi, politik, dan keamanan).
Diakhir, Ade Hartati Mengingatkan, sejak tahun 2017 ini sudah ada dua kasus yang cukup memprihatinkan, pertama, Kasus yayasan Tunas Bangsa dan Kedua adalah Kaburnya Tahanan sialang Bungkuk. Oleh Karena itu, masih diteruskan ia, Aparat harus segera melakukan langkah awal pengamanan untuk menciptakan suasana menjadi Terkendali (Kodusif,red).
"Tahun 2017, kedua kalinya kita dikejutkan dengan kejadian yang sangat luar biasa di Provinsi ini ( masih ingat tentang kasus Yayasan Tunas Bangsa, yg dikarenakan tidak hadirnya pemerintah menyebabkan korban jiwa ). selanjutnya Kaburnya Tahanan, Kita berharap aparat bisa melakukan pengamanan sebagai langkah awal agar situasi dan kondisi bisa kondusif kembali, dibarengi dengan langkah kordinasi Pemrov ke Pusat." Tutupnya. (Fes).


Komentar Via Facebook :