Tak Mau Kabut Asap berulang, Status Siaga Karhutla Diperpanjang
Pekanbaru, RanahRiau.com- Pemerintah Provinsi Riau resmi memperpanjang status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan hingga November 2017, yang seharusnya akan berakhir pada 30 April mendatang.
"Sesuai arahan gubernur, maka status karhutla kita perpanjang menjadi siaga darurat tahap II mulai 1 Mei hingga 30 November 2017," ujar Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Hijazi saat Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Pekanbaru, Kamis (27/4/2017)
Menurutnya, hal ini merupakan salah satu tindakan pencegahan memasuki bulan kemarau dan elnino pada pertengahan Mei mendatang. Bahkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa untuk Tahun 2017, lahan yang terbakar seluas 302 hektare di Riau.
Ia juga menyebutkan, seiring dengan perpanjangan status tersebut maka penunjukan satuan tugas juga diperpanjang, bahkan ia meminta agar tim tetap memantau data-data dan juga titik api di lapangan.
"Semua pihak tetap siap siaga dalam rangka pencegahan kebakaran hutan dan lahan, dan berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan preventif," pintanya.
Di tempat yang sama, menurut laporan dari Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi, awal musim kemarau di Riau diprediksi berlangsung dari awal Mei hingga awal September 2017, dan ini diiringi dengan kondisi elnino.
Ia juga melaporkan bahwa siaga Karhutla diperpanjang karena sudah memasuki akhir musim hujan, dan bulan Mei masuk musim kemarau dengan pola angin dari Selatan menuju Utara hingga Timur Laut dengan kecepatan antara 10-20 kilometer per jam.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau, Edwar Sanger menyebutkan bahwa pihaknya dan tim satgas akan meningkatkan pengawasan di posko dan patroli terpadu.
"Menurut perkiraan puncak kemarau pas di bulan Ramadan, maka kita akan atur strategi lagi, yang pasti kita fokus tindakan pencegahan," jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa saat ini menurut laporan yang diterimanya bahwa dari satelit terra/aqua terpantau 31 titik panas di Riau.
Sebelumnya, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) 2017 yang berlaku dari Januari hingga 30 April 2017.
(Okezone)


Komentar Via Facebook :