MTQ Tangkerang Utara di Pekanbaru Resmi Dibuka, ajak Generasi Muda jadikan Al-Quran Sebagai Pedoman
Foto: Ist
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kelurahan Tangkerang Utara resmi dilaksanakan di Masjid Tsamaratul Ikhwan, RW 010, Jalan Kandis Ujung, Kelurahan Tangkerang Utara, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Pada Rabu (09/09/2026).
Kegiatan keagamaan ini menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus mendorong lahirnya generasi Qur’ani yang mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup di tengah perkembangan digital dan berbagai persoalan lingkungan.
Ketua Panitia MTQ Tingkat Kelurahan Tangkerang Utara, Hidayatul Astar, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi dukungan masyarakat serta kerja keras seluruh panitia yang telah mempersiapkan pelaksanaan MTQ hingga dapat berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah MTQ Tingkat Kelurahan Tangkerang Utara di Masjid Tsamaratul Ikhwan RW 010 Jalan Kandis Ujung,” ujar Hidayatul Astar dalam sambutannya.
Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Panitia, kata dia, telah berjibaku mempersiapkan berbagai kebutuhan agar MTQ dapat terlaksana dengan sukses.
Sementara itu, Lurah Tangkerang Utara Endirios Mahidin, A.Md., menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan panitia pelaksana yang turut menyukseskan MTQ Tingkat Kelurahan Tangkerang Utara.
Ia menegaskan, kegiatan keagamaan tersebut bukan sekedar agenda seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Melalui MTQ, generasi penerus diharapkan mampu meneladani Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan dan meraih cita-cita.
“Sesuai dengan arahan Walikota Pekanbaru Bapak H. Agung Nugroho, SE, MM, Pemerintah Kota Pekanbaru terus mendorong generasi penerus untuk meneladani dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup untuk menggapai cita-cita,” jelasnya.
Ia berharap pelaksanaan MTQ dapat menjadi ruang bersama untuk mendorong generasi muda ke arah yang lebih baik. Salah satunya dengan membangun kebiasaan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan saya dengan terlaksananya MTQ ini kita bisa terus bersama-sama menjunjung dan mendorong generasi muda ke arah yang lebih baik, seperti menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” jelas Yose, sapaan akrabnya, di hadapan masyarakat Kelurahan Tangkerang Utara.
Bangun Generasi Qur’ani di Tengah Tantangan Digital
Camat Bukit Raya Defna Leoni, S.IP., M.Si., turut menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya MTQ Tingkat Kelurahan Tangkerang Utara. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi para peserta, khususnya para qori dan qoriah.
“Alhamdulillah, pelaksanaan MTQ Kelurahan Tangkerang Utara resmi dibuka, semoga dengan kegiatan ini para qori dan qoriah bisa meningkatkan ilmu melalui kitab suci Al-Qur’an,” katanya.
Defna menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman hidup yang wajib dijunjung tinggi dan diamalkan. Karena itu, MTQ tidak semestinya berhenti pada kemampuan membaca dan melantunkan ayat suci, tetapi juga harus menjadi bagian dari upaya membentuk karakter generasi muda.
“Lewat MTQ ini, kita bangun generasi yang Qur’an di tengah perkembangan zaman yang sangat pesat, seperti digitalisasi yang mempengaruhi mental generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi penting di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat. Digitalisasi memberikan banyak manfaat, namun pada saat yang sama juga menghadirkan tantangan terhadap pembentukan karakter dan mental generasi muda.
Karena itu, penguatan nilai-nilai Al-Qur’an dinilai perlu berjalan beriringan dengan perkembangan zaman. Generasi muda tidak hanya dituntut mampu mengikuti kemajuan teknologi, tetapi juga memiliki nilai dan pedoman yang kuat dalam menggunakannya.
Di Tengah Kabut Asap, Pemko Pekanbaru Ingatkan Ancaman Karhutla
Dalam kesempatan tersebut, Defna juga menyampaikan arahan Walikota Pekanbaru H. Agung Nugroho, SE, MM., terkait kondisi lingkungan. Pemerintah Kota Pekanbaru mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
“Kita jaga lingkungan dari Karhutla, saat ini kita sedang dilanda kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan, mari kita lestarikan lingkungan serta menjaga lingkungan tetap bersih,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi perhatian karena persoalan Karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap kualitas udara dan kenyamanan masyarakat. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan perlu dibangun secara bersama, termasuk dari tingkat kelurahan dan masyarakat.
Selain persoalan keagamaan dan lingkungan, Defna juga menyampaikan perkembangan program pembangunan Pemerintah Kota Pekanbaru pada pemerintahan Walikota H. Agung Nugroho, SE, MM., bersama Wakil Walikota Markarius Anwar.
Ia menyebut program 100 juta per RW telah direalisasikan sebagai bagian dari upaya menghadirkan pembangunan yang langsung menyentuh masyarakat. Program tersebut disebut menjadi bagian dari visi dan misi Pemerintah Kota Pekanbaru.
“Lewat program 100 juta per RW ini pembangunan langsung menyentuh ke masyarakat. Hal ini dibuat sebagai visi dan misi Kota Pekanbaru pada pemerintahan Walikota H. Agung Nugroho, SE, MM., dan Wakil Walikota Markarius Anwar,” ujarnya.
Defna menegaskan bahwa pelaksanaan program tersebut membutuhkan dukungan masyarakat agar dapat berjalan secara maksimal. Artinya, pembangunan di tingkat lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi dan pengawasan masyarakat.
MTQ Tingkat Kelurahan Tangkerang Utara tersebut turut dihadiri Kasi Kesos Kecamatan Bukit Raya Annisa Palestina, Lurah Tangkerang Labuai Zamri, LPM Kecamatan Bukit Raya Alexandra, Ketua LPM Kelurahan Eka Brahma, Ketua LPS Kelurahan Tangkerang Utara, Ketua Forum Kecamatan Bukit Raya Sabarudin, Bhabinkamtibmas, serta Ketua Masjid Tsamaratul Ikhwan yang diwakili Bendahara Agus Warsita, S.Pd., M.Pd.
Selain itu, hadir pula para ketua RW dan RT se-Kelurahan Tangkerang Utara, tokoh masyarakat, serta para peserta MTQ.
Pelaksanaan MTQ Tingkat Kelurahan Tangkerang Utara tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi ruang untuk mempertemukan nilai keagamaan, pembinaan generasi muda, kepedulian lingkungan, serta pembangunan masyarakat di tingkat kelurahan.
Di tengah derasnya arus digitalisasi dan persoalan lingkungan seperti Karhutla, pesan yang disampaikan dalam MTQ tersebut menjadi semakin relevan: pembangunan generasi tidak cukup hanya melalui kemajuan fisik dan teknologi, tetapi juga membutuhkan fondasi moral, spiritual, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan demikian, keberhasilan MTQ tidak semestinya hanya diukur dari suksesnya acara dan munculnya para juara. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar tumbuh dalam kehidupan generasi muda dan masyarakat Kelurahan Tangkerang Utara.


Komentar Via Facebook :