kebebasan Pers Kembali Diusik, Pewarta Kena Ancam Akibat Kritik Bupati
RanahRiau.com- Asam garam, pahit manis dan entah Apalagi kata kata yang pantas bagi seorang jurnalis, hal ini yang dirasakan oleh salah satu Media Online EraRiau.com dan SuaraTrust.com yang mulai mendapat ancaman dan kritikan, terutama Pimred EraRiau.com yang mendapat ancaman berupa tulisan via Watshap Beberapa hari Lalu.
Dugaan ancaman muncul ketika adanya pemberitaan berjudul (Rumah Dinas Bupati Bengkalis Seperti Istana, Namun Masih Di Atas Penderitaan Masyarakatnya)
Pemberitaan ini menceritakan rumah dinas sang Bupati Bengkalis bak istana, namun masih di atas penderitaan masyarakatnya, pemberitaan tersebut di tuliskan berdasarkan kejadian di lapangan ketika reporter EraRiau.com dan SuaraTrust.com menemui warga yang kecelakaan jatuh dari sepeda motor akibat jalan berlubang.
menurut reporter kedua media tersebut menjelaskan, Akibat menghindari kendaraan lawan arah, Pengendara dan anaknya terjatuh ke jalan lintas Desa Parit Rodi, dan dalam pengamatan dilokasi kondisi jalan saat ini banyak yang berlubang serta digenangi air.
namun pemberitaan EraRiau.com di anggap sebagai untuk mencari nama, seperti yang di beritakan didua media online oleh oknum yang mengancam.
"Yang mengatakan Dua Media Online jangan asal membuat berita yang membuat heboh masyarakat di Kabupaten Bengkalis kalau ingin mencari nama di Negeri Junjungan ini tidak seperti ini caranya. Saya heran saja dengan ini, yang kita beritakan Bupati Bengkalis, kok yang lain yang menjawab,” Ungkap Pimred EraRiau.com Mhd.Budianto dengan bingung.
Menurut Budi, Jika dalam pemberitaan ada yang kurang sesuai, harusnya Bupati dapat menggunakan hak jawabnya sesuai dengan UU Pers No. 40 Tahun 1999, Bukan pihak lain.
”Semestinya menurut UU Pers No.40 Tahun 1999, menjelaskan bahwa yang bersangkutan (Bupati) punya hak jawab, bukan yang lain yang menjawab di media yang berbeda, ini menurut saya aneh” Ungkap Budi lagi sambil terheran-heran dengan pemberitaan tersebut. (Fes/Rls).


Komentar Via Facebook :