Silaturahmi dan serap Aspirasi Masyarakat
Safari Ramadan di 20 Lokasi, Wako Agung Bantu Rp100 juta per Masjid
Wako Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM menyapa masyarakat saat Safari Ramadan, Ahad (1/3/2026) di Masjid Ihsan, Kecamatan Marpoyan Damai.
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Wali Kota (Wako) Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM melaksanakan Safari Ramadan ke 20 masjid di berbagai kecamatan di Pekanbaru selama Ramadan 1447 Hijriah. Dalam pelaksanaannya, Agung bersilaturahmi, menyerap aspirasi masyarakat, menyalurkan bantuan sosial, sekaligus memperkuat program pembangunan di Kota Pekanbaru.
Dalam setiap kunjungan, Wako Agung turut didampingi oleh Wakil Walikota (Wawako) Pekanbaru H Markarius Anwar ST MArch, Pj Sekdako Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, Ketua TP PKK Pekanbaru Sulastri Agung dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) jajaran Pemko Pekanbaru.
Agung bersama jajaran berdialog langsung dengan masyarakat, menyerahkan bantuan, serta mengajak warga menjaga persatuan dan memperkuat nilai-nilai keagamaan.
Safari Ramadan dilaksanakan selama 20 hari dengan tujuan mempererat hubungan pemerintah dan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana menyampaikan program pembangunan, capaian kinerja, serta mendengar langsung kebutuhan warga di tingkat bawah.
Agung menyebut momentum Ramadan menjadi waktu tepat untuk membangun kebersamaan dan memperkuat kekompakan masyarakat.
Adapun lokasi Safari Ramadan tersebar di berbagai kecamatan. Pada malam ke-2, Kamis 19 Februari 2026, safari dilaksanakan di Masjid Baitul Amanah Perumahan Bukit Barisan, Kecamatan Tenayan Raya. Malam ke-3, Jumat 20 Februari 2026, di Masjid Jami’ul Barokah, Kelurahan Sialang Rampai, Kecamatan Kulim. Malam ke-4, Sabtu 21 Februari 2026, di Masjid Al Ikram, Jalan Cemara, Komplek Pemda, Kecamatan Binawidya.
Malam ke-5, Ahad 22 Februari 2026, di Masjid Raya, Kecamatan Senapelan. Malam ke-6, Senin 23 Februari 2026, di Masjid Al Jami’, Perumahan Rumbai Permai, Kecamatan Rumbai. Malam ke-7, Selasa 24 Februari 2026, di Masjid Al Muhajirin, Kecamatan Tuah Madani. Malam ke-8, Rabu 25 Februari 2026, di Masjid Firdaus, Kecamatan Bukit Raya. Malam ke-9, Kamis 26 Februari 2026, di Masjid Nurul Huda, Kecamatan Sail.
Malam ke-11, Sabtu 28 Februari 2026, di Masjid Al Hijrah, Kecamatan Binawidya. Malam ke-12, Ahad 1 Maret 2026, di Masjid Ihsan, Kecamatan Marpoyan Damai. Malam ke-13, Senin 2 Maret 2026, di Masjid Al Munawarrah, Kecamatan Payung Sekaki. Malam ke-14, Selasa 3 Maret 2026, di Masjid Al Fajariyah, Kecamatan Lima Puluh.
Malam ke-15, Rabu 4 Maret 2026, di Masjid Gunung Merah SAS, Kecamatan Pekanbaru Kota. Malam ke-16, Kamis 5 Maret 2026, di Masjid Ridho Ilahi, Kecamatan Rumbai Timur. Malam ke-17, Jumat 6 Maret 2026, di Masjid Ar Rahman, Kecamatan Sukajadi. Malam ke-18, Sabtu 7 Maret 2026, di Masjid Al Kastoeri, Kecamatan Rumbai Barat.

Dalam setiap safari, Pemerintah Kota Pekanbaru menyalurkan bantuan pembangunan masjid sebesar Rp100 juta. Agung menegaskan bantuan tersebut merupakan komitmen pemerintah dalam mendukung penguatan sarana ibadah sekaligus kegiatan keagamaan masyarakat. Bahkan, apabila pembangunan membutuhkan anggaran lebih besar, pemerintah siap membantu hingga Rp500 juta sesuai kemampuan daerah.
“Kita berikan simbolis seratus juta. Kalau pembangunan butuh Rp500 juta nanti kita usahakan bantu seberapa bisanya,” kata Agung dalam salah satu sambutannya, Selasa (3/3/2026).
Selain bantuan dari APBD, pemerintah kota juga menyalurkan dukungan tambahan melalui CSR Bank Riau Kepri Syariah serta bantuan dari Baznas. Setiap masjid juga menerima bantuan smart TV 43 inci guna mendukung kegiatan dakwah dan program digitalisasi masjid. Tidak hanya itu, bantuan sosial seperti kursi roda, alat bantu dengar, kaki palsu, hingga program bantuan kemitraan dan pendidikan juga disalurkan kepada warga kurang mampu.Bantuan pendidikan diberikan Rp850 ribu untuk siswa SD dan Rp1 juta untuk siswa SMP.
Menurut Agung, Safari Ramadan menjadi sarana strategis menyampaikan capaian pembangunan sekaligus mendengar kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan program prioritas seperti perbaikan infrastruktur, penanganan banjir, pendidikan, kesehatan, hingga kebersihan kota terus dijalankan.
Ia mengungkapkan, di awal kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar, Pemko Pekanbaru dihadapkan pada beban utang tunda bayar sebesar Rp470 miliar. Namun, kewajiban tersebut berhasil diselesaikan pada 2025. “Alhamdulillah, utang Rp470 miliar itu bisa kita lunasi di tahun 2025,” ujarnya.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, pembangunan tetap berjalan. Perbaikan jalan rusak melalui sistem overlay mencapai 42 kilometer, melampaui target 20 kilometer. Program penanganan banjir juga menunjukkan kemajuan dengan 20 titik rawan telah ditangani.
Di bidang pendidikan, Pemko Pekanbaru menjalankan program zero anak putus sekolah. Sebanyak 1.778 anak berhasil dikembalikan ke bangku sekolah. “Jadi tak boleh ada anak putus sekolah di Kota Pekanbaru,” tegasnya.
Sektor kesehatan juga menjadi perhatian, termasuk penanganan lebih dari 3.000 anak stunting dan alokasi anggaran sekitar Rp80 miliar untuk menanggung biaya kesehatan masyarakat kurang mampu melalui kerja sama dengan BPJS.
Dalam Safari Ramadan di kawasan Senapelan, Agung menekankan pentingnya menghidupkan kembali identitas sejarah dan budaya. Revitalisasi Rumah Singgah Tuan Kadi serta penguatan tradisi Petang Balimau menjadi bagian dari kebangkitan budaya Melayu di Pekanbaru. Ia juga menegaskan Sungai Siak harus menjadi beranda depan kota.
“Jangan sampai Sungai Siak hanya menjadi belakang atau dapur pembangunan. Sungai Siak harus menjadi halaman rumah Kota Pekanbaru,” tegasnya.
Agung juga mengajak masyarakat menjaga persatuan, kebersihan lingkungan, mengawasi pergaulan anak, serta taat membayar pajak sebagai penopang pembangunan daerah.
Memasuki 2026, Agung dan Markarius menegaskan siap menghadapi tantangan yang lebih besar. Ia meminta dukungan dan doa masyarakat agar seluruh program dapat berjalan optimal.
Safari Ramadan, lanjutnya, akan terus menjadi agenda tahunan yang tidak hanya memperkuat keagamaan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Kota Pekanbaru yang maju, religius, dan berbudaya. "Modal utama pembangunan bukan hanya anggaran, tetapi kekompakan dan kerukunan masyarakat," singkatnya.


Komentar Via Facebook :