Empat Sapi Kurban Disembelih, FISIP UNRI Rawat Tradisi Solidaritas dan Kepedulian Sosial

Empat Sapi Kurban Disembelih, FISIP UNRI Rawat Tradisi Solidaritas dan Kepedulian Sosial

Foto: Ist

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM— Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong mewarnai pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau, Kamis (28/5/2026).

Tradisi tahunan yang telah memasuki tahun keempat ini kembali menjadi ruang perjumpaan nilai kemanusiaan, spiritualitas, dan solidaritas sosial di lingkungan kampus.

Tahun ini, FISIP UNRI menyembelih empat ekor sapi kurban yang melibatkan seluruh unsur civitas akademika. Mulai dari pimpinan fakultas, dosen beserta keluarga, tenaga kependidikan, tenaga kebersihan dan keamanan, alumni, mahasiswa, hingga Dharma Wanita Persatuan (DWP) FISIP UNRI turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Sejak pagi, suasana penuh kekeluargaan terlihat dalam setiap tahapan kegiatan. Proses persiapan hewan, penyembelihan sesuai syariat Islam dan standar higienis, pemotongan, hingga pengemasan daging kurban dilakukan secara bersama-sama.

Aktivitas itu bukan sekadar rutinitas seremonial Idul Adha, melainkan juga menjadi ruang pembelajaran sosial yang hidup di tengah lingkungan akademik.

Ketua Panitia Kurban, Sofyan Hadi, S.IP., M.Si., mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dijalankan dengan penuh kesungguhan dan semangat berbagi.

“Setiap tahapan kurban ini kami jalankan dengan penuh kesungguhan. Keterlibatan civitas akademika memperlihatkan bahwa semangat berbagi bukan sekadar formalitas, tetapi praktik nyata kepedulian,” ujarnya.

Menurut Sofyan, kegiatan kurban tidak hanya memperkuat kekompakan internal kampus, tetapi juga menjadi jembatan kepedulian terhadap masyarakat sekitar.

“Semoga setiap potongan daging yang dibagikan membawa manfaat bagi masyarakat dan menumbuhkan semangat solidaritas di kampus,” tambahnya.

Dekan FISIP UNRI, Dr. Meyzi Heriyanto, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa Idul Adha menghadirkan pelajaran penting tentang kepatuhan, ketulusan, dan pengorbanan yang harus diterjemahkan dalam kehidupan sosial sehari-hari.

“Melalui kisah kurban Nabi Ibrahim dan Ismail, kita diajarkan nilai kepatuhan, ketulusan, dan pengorbanan. Civitas akademika yang terlibat di sini belajar bagaimana menerapkan nilai-nilai tersebut dalam tindakan nyata, berbagi, peduli, dan bertanggung jawab terhadap masyarakat sekitar. Ini adalah implementasi prinsip kemanusiaan yang kami tekankan di FISIP UNRI,” katanya.

Sementara itu, Ketua IKA FISIP UNRI, Rahmat Gusra, menyebut kegiatan kurban tersebut merupakan program yang dahulu diinisiasi almarhum Dr. Moris Adidi Yogia, M.Si. saat menjabat Ketua IKA FISIP UNRI.

Menurutnya, gagasan itu kini tumbuh menjadi tradisi yang terus menjaga semangat kebersamaan antara alumni dan civitas akademika.

“Semangat dan dedikasi beliau dalam membangun kebersamaan serta kepedulian sosial di lingkungan alumni dan civitas akademika terus menjadi inspirasi hingga hari ini,” ujar Rahmat.

Ia berharap momentum Idul Adha dapat semakin mempererat silaturahmi antaralumni, dosen, mahasiswa, serta seluruh keluarga besar FISIP UNRI.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga setiap langkah kebaikan menjadi amal ibadah yang penuh keberkahan,” pungkasnya.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :