Program GSI Permudah Persalinan Ibu Hamil di Puskesmas Kubang Jaya

Program GSI Permudah Persalinan Ibu Hamil di Puskesmas Kubang Jaya

Kepala Puskesmas Kubang Jaya, Sri Ratna Wilis, SKM., M.Kes

KUBANG JAYA, RANAHRIAU.COM- Puskesmas Kubang Jaya terus menggencarkan Program Gerakan Sayang Ibu (GSI) sebagai upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Kampar.
 

Program yang telah berjalan sejak tahun 2021 ini berfokus pada peningkatan kepedulian keluarga dan masyarakat terhadap kesehatan perempuan selama masa kehamilan, persalinan hingga nifas.

Kepala Puskesmas Kubang Jaya, Sri Ratna Wilis, SKM., M.Kes, kepada media, Selasa (19/05/2026), mengatakan bahwa Gerakan Sayang Ibu menjadi salah satu langkah nyata dalam menciptakan pelayanan kesehatan ibu dan bayi yang aman, nyaman, dan ramah keluarga.

“Gerakan Sayang Ibu merupakan program bersama antara masyarakat dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan serta mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi,” ujarnya.

Menurutnya, program ini memiliki beberapa prinsip utama, di antaranya pelayanan persalinan yang menghargai budaya masyarakat, memberikan kenyamanan dan privasi bagi ibu hamil, serta melibatkan suami dan keluarga dalam proses persalinan.

Selain itu, GSI juga mendorong deteksi dini komplikasi kehamilan melalui pemeriksaan rutin minimal enam kali selama masa kehamilan, pemenuhan gizi ibu, hingga edukasi kesehatan reproduksi.

Tidak hanya fokus pada pelayanan medis, program ini juga melibatkan peran aktif masyarakat melalui pembentukan kelompok pendukung ibu hamil dan sistem tanggap darurat untuk mengatasi keterlambatan penanganan medis.

“Untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan, edukasi, maupun bergabung dengan kelompok pendukung ibu hamil, masyarakat dapat mengakses layanan di fasilitas kesehatan terdekat atau langsung ke Puskesmas Kubang Jaya. Informasi jadwal pelayanan ibu hamil juga dapat dipantau melalui layanan telepon,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Puskesmas Kubang Jaya juga bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit swasta guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi.

Program GSI memiliki tujuan khusus seperti menurunkan angka kematian ibu saat hamil, melahirkan dan nifas, menurunkan angka kematian bayi, meningkatkan pengetahuan ibu tentang kesehatan reproduksi, HIV/AIDS, ASI eksklusif, hingga perawatan bayi.

Selain itu, program ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar mampu membangun mekanisme rujukan yang cepat sehingga ibu hamil tidak terlambat mendapatkan pertolongan dari tenaga kesehatan.

Sri Ratna Wilis berharap seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, hingga tokoh masyarakat dapat terus mendukung Gerakan Sayang Ibu demi menciptakan generasi sehat dan berkualitas di Kabupaten Kampar.

“Kami juga terus mengoordinasikan keamanan dan mendukung kegiatan penyuluhan agar program Gerakan Sayang Ibu dapat berjalan maksimal di tengah masyarakat,” tutupnya.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :