What a Player: Komentar Bruno Fernandes bikin Geger, Cole Palmer ke Manchester United?
Foto: Ist
RANAHRIAU.COM- Satu komentar singkat di media sosial cukup untuk mengguncang jagat sepak bola Inggris. Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, mendadak menjadi pusat perhatian setelah memberikan pujian terbuka kepada bintang Chelsea, Cole Palmer, usai sang gelandang tampil luar biasa dengan hat-trick ke gawang Wolverhampton Wanderers. Tiga kata sederhana “What a player” namun dampaknya luar biasa besar, karena langsung menyulut kembali spekulasi transfer sensasional ke Old Trafford.
Cole Palmer mencuri panggung dalam kemenangan Chelsea 3-1 atas Wolves. Dalam waktu hanya 38 menit di babak pertama, pemain berusia 23 tahun itu mencetak tiga gol, dua di antaranya lewat titik penalti, dengan ketenangan dan kepercayaan diri kelas elite. Penampilannya membuat publik Stamford Bridge terpukau, tetapi yang paling mengejutkan justru datang dari kubu rival. Bruno Fernandes, kapten Setan Merah, tak ragu menyematkan pujian terbuka di kolom komentar Instagram Palmer, lengkap dengan emoji tepuk tangan. Dalam hitungan menit, komentar itu dibanjiri ribuan respons dan memicu satu pertanyaan besar: apakah ini sekadar respek… atau sinyal tersembunyi?
Reaksi publik pun langsung meledak. Banyak penggemar Manchester United bercanda dengan menyebut Fernandes sebagai “agen Bruno”, seolah sang kapten sedang menjalankan misi halus untuk membujuk Palmer hijrah ke Old Trafford. Spekulasi semakin panas setelah diketahui bahwa Kobbie Mainoo dan Marcus Rashford yang saat ini menjalani masa peminjaman di Barcelona ikut menyukai unggahan Palmer. Dalam era sepak bola modern, gestur kecil di media sosial sering kali dibaca lebih dari sekadar basa-basi, apalagi jika datang dari pemain senior dan berpengaruh seperti Fernandes. Bagi fans MU yang tengah menikmati kebangkitan di era Michael Carrick, nama Cole Palmer langsung masuk daftar impian.
Rumor ketertarikan Manchester United terhadap Cole Palmer sejatinya bukan cerita baru. Pada bursa transfer Januari lalu, sejumlah laporan menyebut Palmer sebagai salah satu pemain yang dipantau serius oleh MU, bahkan muncul klaim bahwa ia merasa kurang betah di Chelsea dan merindukan kampung halaman di Manchester. Namun Palmer dengan tegas membantah isu tersebut, menyebutnya sebagai “omong kosong” dan menegaskan fokusnya sepenuhnya untuk Chelsea. Meski begitu, benang merah tetap ada. Palmer bergabung dengan Chelsea dari Manchester City pada 2023 dengan banderol £42,5 juta, dan secara menarik pernah mengakui bahwa ia adalah fans Manchester United sejak kecil, meski tumbuh besar di akademi rival sekota. Tambahan lagi, Jason Wilcox, Direktur Sepak Bola MU saat ini, adalah sosok yang pernah bekerja di akademi City saat Palmer mulai mencuri perhatian sebuah koneksi yang sulit diabaikan.
Di atas lapangan, Cole Palmer terus membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar sensasi sesaat. Meski musim ini sempat terganggu cedera, kontribusinya bagi Chelsea tetap luar biasa. Pada musim debutnya, ia mencetak 27 gol di semua kompetisi, menyabet berbagai penghargaan individu, dan mengamankan tempat reguler di tim nasional Inggris. Hat-trick ke gawang Wolves menandai rekor langka—hat-trick pertama yang ia cetak seluruhnya di babak pertama Premier League, sebuah pencapaian yang belum pernah dilakukan pemain lain sebelumnya. Palmer sendiri mengakui bahwa kondisinya belum sepenuhnya bugar, namun justru itu membuat performanya semakin mengesankan. “Orang-orang tidak tahu apa yang terjadi di balik layar. Cedera sepanjang musim jelas tidak ideal,” ujarnya kepada BBC Sport.
Kini, satu komentar sederhana dari Bruno Fernandes telah membuka kembali pintu spekulasi yang sebelumnya mulai mereda. Apakah itu hanya bentuk sportivitas seorang kapten yang menghargai kualitas lawan? Atau justru kode halus yang menggoda imajinasi para penggemar? Yang jelas, di tengah kebangkitan Manchester United dan performa eksplosif Cole Palmer, kisah ini terasa terlalu menarik untuk diabaikan. Dalam sepak bola modern, transfer besar sering kali diawali dari isyarat kecil dan kali ini, semuanya bermula dari tiga kata: “What a player.”


Komentar Via Facebook :