Kunjungi Persada Bunda
MPR RI Berikan Kuliah Umum Tentang 4 Pilar
PEKANBARU, ranahriau.com - Pentingnya mengetahui wawasan kebangsaan dan jiwa nasionalisme menjadi modal bagi generasi muda, dalam menghadapi tantangan. Hal tersebut menjadi kalimat penutup dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, yang ditaja Anggota DPD/MPR RI dapil Riau Intsiawati Ayus, di ruang aula Kampus Yayasan Persada Bunda, Sabtu (8/4/14).
Antusias ratusan mahasiswa yang hadir tampak begitu tinggi. Selain ingin mengenal sejauh mana peran 4 Pilar MPR RI ini dalam mengawal kehiupan berbangsa dan bernegara.
Pada sesi diskusi dan tanya jawab, hal yang menarik diangkat sebagai pembicaraan mengenai konflik penistaan agama oleh Calon Gubernur di DKI Jakarta.
Berbagai macam pendapat dikemukakan mahasiswa. Yang intinya setiap warga negara harus menjunjung tinggi nilai-nilai 4 Pilar yakni Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI.
"Apakah bentuk-bentuk pergerakan dengan mengarahkan massa dalam jumlah banyak untuk berdemonstrasi yang berdampak kerusakan fasilitas umum termasuk cinta tanah air.?," tanya seorang mahasiswi jursan manajemen, sembari membuka wacana.
Terkait agenda ini, Intsiawati Ayus menyampaikan kepada Ranahriau.com, posisi kaum intelektual seperti mahasiswa ini, merupakan sosok yang akan menggantikan para pejabat di tingkat pusat maupun daerah.
Untuk itulah, Sosialisasi 4 Pilar ini diberikan agar mahasiswa betl-betul memahami setiap nilai yang terkandung didalamnya.
"Apalagi mahasiswa mempunyai semangat yang tinggi untuk bergerak secara pribadi maupun kelompok. Makanya agar pergerakan itu tidak salah jalur, tentu tugas kita di DPD/MPR RI memberikan pemahaman 4 Pilar. Selain itu juga kita memotivasi mereka menghadapi tantangan dunia kerja," ujarnya.
Usai memberikan kuliah umum tersebut, mahasiswa diberkali buku materi 4 Pilar dari Setjen MPR RI. (Nof)
"Posisi Bhineka Tunggal Ika yang kita ketahui mesti diperjelas pemaknaannya kepada masyarakat luas. Ini bertujuan untuk menjauhkan konflik SARA yang belakangan sering terjadi," ungkap Intsiawati.
Masyarakat yang hadir diberikan kesempatan untuk tanya jawab, baik itu seputar masalah kenegaraan maupun sosial dan budaya. (Rls)


Komentar Via Facebook :