Bahlil berubah Nada, Akui Ratusan Desa Aceh belum Dialiri Listrik

Bahlil berubah Nada, Akui Ratusan Desa Aceh belum Dialiri Listrik

Foto: Ist

JAKARTA, RANAHRIAU.COM- Pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kembali menuai sorotan. Setelah sebelumnya menyebut listrik telah mengalir ke hampir seluruh wilayah Aceh pascabencana, kini fakta berbicara sebaliknya: sebanyak 224 desa di Aceh ternyata masih gelap gulita usai banjir bandang dan tanah longsor.

Pengakuan itu disampaikan langsung oleh Bahlil di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu lalu. “Dalam catatan kami, masih ada 224 desa di Provinsi Aceh yang belum teraliri listrik,” ujar Bahlil.

Desa-desa yang belum menikmati aliran listrik tersebut tersebar di sekitar 10 kabupaten, di antaranya Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, hingga Gayo Lues—wilayah yang infrastruktur kelistrikannya rusak parah dan masih dalam tahap perbaikan. “Nah, dalam rangka bagaimana memberikan pelayanan maksimal, kami rapat dengan tim, bicara sama PLN,” dalih Bahlil.

Negara Datang Terlambat?
Sebagai respons atas kondisi itu, Kementerian ESDM mengirimkan 1.000 unit genset dan 3.000 unit kompor gas untuk warga terdampak banjir di Aceh dan Sumatera. Bahlil menyebut langkah tersebut merupakan arahan langsung Presiden.

“Kami mencoba mengoptimalkan seluruh kekuatan negara. Kementerian ESDM mengirimkan seribu unit genset dengan kapasitas rata-rata 5–7 kVA,” katanya.

Pengiriman genset dilakukan menggunakan lima pesawat Hercules TNI AU. Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Erwin Sugiandi menyebutkan, masing-masing pesawat mengangkut 200 unit genset.

Dua pesawat mendarat di Lhokseumawe, dua di Rembele, dan satu di Banda Aceh. “Semua pesawat misinya membawa genset dari Kementerian ESDM,” ujar Erwin.

Namun, bantuan ini justru memantik pertanyaan publik: jika listrik diklaim hampir pulih, mengapa ratusan desa masih bergantung pada genset darurat?

Genset Tahap Awal, Gelap Belum Berakhir
Bahlil menegaskan pengiriman seribu genset ini baru tahap pertama. Selama jaringan listrik belum pulih sepenuhnya, intervensi negara akan terus dilakukan. “Selama infrastrukturnya belum pulih, kami akan terus melakukan intervensi,” katanya.

Untuk pasokan bahan bakar, Kementerian ESDM membentuk tim terpadu bersama Pertamina Patra Niaga guna memastikan ketersediaan solar bagi seluruh genset. “Pertamina Patra Niaga yang akan memasok BBM-nya agar saudara-saudara kita yang kena musibah bisa cepat merasakan pelayanan negara,” ucap Bahlil.

Namun di lapangan, warga Aceh masih bertanya: mengapa klaim pemulihan disampaikan lebih cepat daripada kenyataan? Bencana boleh datang tiba-tiba, tetapi data kelistrikan seharusnya tak ikut gelap.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :