PMII Siak Geruduk Polres, Soroti Ilegal Logging, Gelper, dan Mafia BBM
Foto: Ist
SIAK, RANAHRIAU.COM- Aroma busuk dugaan pembiaran kejahatan terorganisir di Kabupaten Siak akhirnya meledak ke jalan.
Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Siak, di bawah naungan PC PMII Kota Pekanbaru, menggelar aksi demonstrasi keras di depan Markas Kepolisian Resor (Polres) Siak, menuding aparat gagal total menegakkan hukum.
Dalam aksi tersebut, PMII Siak secara terbuka menelanjangi wajah buram penegakan hukum di Siak yang dinilai tumpul ke atas dan tajam ke bawah.
Mahasiswa menyebut maraknya dugaan ilegal logging, gelanggang permainan (Gelper) beraroma judi, hingga mafia BBM ilegal sebagai bukti nyata pembiaran sistematis yang berlangsung di wilayah hukum Polres Siak.
PMII menegaskan, kerusakan lingkungan yang kian masif bukan terjadi dalam ruang hampa. Berdasarkan temuan lapangan, laporan media, serta jeritan masyarakat, praktik pembalakan liar diduga berlangsung terang-terangan tanpa sentuhan hukum yang berarti. Hutan digunduli, lingkungan dirusak, namun aparat terkesan menutup mata.
Tak berhenti di situ, keberadaan Gelper yang disinyalir kuat mengandung unsur perjudian juga disebut seolah kebal hukum. Aktivitasnya berjalan mulus, nyaris tanpa hambatan, memicu kecurigaan publik akan adanya perlindungan dari oknum tertentu. Dugaan praktik mafia BBM ilegal pun menjadi sorotan utama—kejahatan yang tak hanya merugikan negara, tetapi juga mencederai rasa keadilan masyarakat luas.
PMII Siak menilai, kondisi ini merupakan potret kegagalan serius Polres Siak dalam menjalankan fungsi penegakan hukum, pengawasan, dan pemberantasan kejahatan terorganisir. Dampaknya jelas: kepercayaan publik anjlok, wibawa institusi kepolisian tercoreng.
Dalam pernyataan sikapnya, PMII Siak mendesak Kapolres Siak agar segera bekerja secara maksimal, profesional, dan transparan. Seluruh praktik ilegal logging, Gelper, dan mafia BBM diminta ditindak tegas tanpa pandang bulu.
PMII juga menuntut keterbukaan progres penanganan kasus kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas institusional.
Lebih jauh, PMII Siak secara tegas mendesak Kapolda Riau mencopot Kapolres Siak, yang dinilai gagal menciptakan penegakan hukum yang adil dan berkeadilan.
Tak hanya Kapolres, Kasat Reskrim dan Kasat Intel Polres Siak juga diminta dicopot karena dianggap tidak maksimal dalam menjalankan fungsi penyelidikan dan pengawasan. PMII turut menuntut pembentukan tim independen untuk mengusut dugaan keterlibatan oknum aparat dalam praktik ilegal logging, Gelper, dan mafia BBM.
Koordinator aksi PMII Siak, Riyan Azhari, menegaskan bahwa citra Siak sebagai daerah asri kini tinggal slogan kosong.
“Siak disebut sebagai kota yang asri dan kaya hutan, tapi faktanya hari ini hutan kita sudah gundul. Kami menduga kuat ada oknum kepolisian yang terlibat atau setidaknya melakukan pembiaran demi melancarkan ilegal logging.
"Jika aspirasi kami tidak diindahkan, kami pastikan akan turun kembali dengan massa yang jauh lebih besar,” tegas Riyan di hadapan aparat.
PMII Siak menegaskan, aksi ini bukan sekadar demonstrasi, melainkan alarm keras bagi aparat penegak hukum.
Mahasiswa menyatakan siap menggelar aksi lanjutan dengan gelombang massa lebih besar sebagai tekanan moral dan politik agar hukum benar-benar ditegakkan, lingkungan diselamatkan, dan keadilan tidak terus diperkosa oleh kepentingan gelap.


Komentar Via Facebook :